Sri Mulyani Siapkan Dana Mendesak Rp76,7 Triliun, untuk Apa Saja?

Rabu, 27 Januari 2021 - 21:21 WIB
loading...
Sri Mulyani Siapkan...
foto/ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan menyiapkan anggaran mendesak untuk pandemi Covid 19 di tahun 2021. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan total anggaran mendesak ini mencapai Rp76,7 triliun, sedangkan anggaran PEN mencapai Rp533,1 triliun di tahun 2021.

"Ini tambahan kebutuhan mendesak yang sudah diputuskan Presiden," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (27/1/2021). ( Baca juga:Sri Mulyani Mau Cari Utang lagi, 6 Seri SBN Akan Diterbitkan )

Lanjutnya, dana mendesak ini terbagi menjadi tiga klaster, yaitu kesehatan sebesar Rp14,6 triliun, perlindungan sosial sebesar Rp36,6 triliun, dan klaster dukungan UMKM atau dunia usaha sebesar Rp25,5 triliun.

Untuk klaster kesehatan yang mencapai Rp14,6 triliun tercatat untuk insentif tenaga kesehatan penanganan pasien Covid-19. Lalu, untuk biaya perawatan pasien Covid-19, santunan kematian tenaga kesehatan, dan komunikasi publik untuk penanganan kesehatan dan program vaksinasi. ( Baca juga:Ingin Pisah dari Askara sejak Tahun Lalu, Nindy Ayunda Keukeuh Minta Cerai )

Selanjutnya adalah dukungan UMKM dan dunia usaha Rp25,5 triliun. Kebutuhan ini mencakup subsidi bunga UMKM KUR, subsidi bunga UMKM non KUR, IJP UMKM, IJP korporasi, pembebasan rekening minimum dan abonemen listrik.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Naik Argo Bromo Anggrek...
Naik Argo Bromo Anggrek Sehari Sebelumnya, Sri Mulyani Berduka untuk Korban Tabrakan KA di Bekasi
Robert Marbun Jabat...
Robert Marbun Jabat Sekjen Baru Kemenkeu, Purbaya Sebut Penyegaran
Juda Agung Calon Kuat...
Juda Agung Calon Kuat Wamenkeu Baru, Begini Respons Istana
Sri Mulyani Ditunjuk...
Sri Mulyani Ditunjuk Jadi Anggota Dewan Direksi Gates Foundation
Jelang Tutup Tahun 2025,...
Jelang Tutup Tahun 2025, Sisa Anggaran MBG Masih Rp18,1 Triliun
Desain Cetak Biru RAPBN...
Desain Cetak Biru RAPBN 2027, Prabowo Patok Kurs Rupiah Rp16.800–Rp17.500 per Dolar AS
KPK, Itjen Kemenkeu,...
KPK, Itjen Kemenkeu, dan Ditjen Bea Cukai Petakan Pos Rawan Korupsi
17 Orang Ditangkap Dalam...
17 Orang Ditangkap Dalam OTT KPK di Ditjen Bea Cukai
Rekomendasi
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
AS Butuh Rp15.919 Triliun...
AS Butuh Rp15.919 Triliun untuk Memodernisasi Senjata Nuklirnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved