9 Ruas Jalan Tol Dijual Murni Upaya Penyehatan Keuangan Waskita Group

loading...
9 Ruas Jalan Tol Dijual Murni Upaya Penyehatan Keuangan Waskita Group
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memastikan, rencana penjualan9 ruas jalan tol PT Waskita Karya tidak ada kaitannya dengan rencana pembangunan proyek jalan tol yang masih akan dilakukan pemerintah. Foto/Dok
JAKARTA - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memastikan, rencana penjualan 9 ruas jalan tol PT Waskita Karya tidak ada kaitannya dengan rencana pembangunan proyek jalan tol yang masih akan dilakukan pemerintah. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Waskita Karya adalah murni aksi korporasi untuk menyehatkan keuangan perseroan.

"Itu enggak ada kaitannya, ini murni divestasi dalam rangka penyehatan keuangan Waskita Group," ucap Kepala Bagian Umum Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Mahbullah Nurdin saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (28/1/2021).

Baca Juga: Dijual 9 Jalan Tol Milik BUMN, Ada yang Minat Lur?

PT Waskita Karya berencana untuk menjual 9 ruas jalan tolnya . Tujuan dari aksi korporasi tersebut ditekankan untuk menyehatkan kembali keuangan dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor konstruksi tersebut.

Kepala BPJT mengatakan, meskipun nantinya kesembilan tol tersebut belum terjual, Waskita Karya masih diperbolehkan untuk mengikuti lelang proyek jalan tol. Namun tetap pemenang lelang akan diputuskan oleh BPJT lewat review.



Namun ada baiknya, jika Waskita ingin mengikuti proyek harus membentuk konsorsium. Karena jika hanya ikut sendiri, akan sangat berat bagi perusahaan BUMN Karya tersebut. "Tergantung porsinya, kalau konsorsium dengan yang lain masih boleh saja. Kalau dia sendiri mungkin akan berat," ujarnya.

Baca Juga: Waskita Karya Sukses Kantongi Kontrak Baru Senilai Rp15 Triliun

Ia juga memberikan catatan dalam membentuk konsorsium, nantinya BPJT juga akan melihat dari nilai investasi dan porsi saham dari perusahaan BUMN Konstruksi tersebut. Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan dengan kemampuan keuangan dari perusahaan.

"Berat untuk keuangan mereka. Pasti mereka juga enggak akan ikut lelang tol sendiri. Pasti akan konsorsium dengan partner yang lain. Nah itu kita lihat nilai investasi dan berapa komposisi dalam konsorsium itu," jelasnya.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top