Negara G20 Bakal Kompak Tagih Pajak Raksasa Digital

Kamis, 28 Januari 2021 - 23:24 WIB
loading...
Negara G20 Bakal Kompak...
foto/ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Saat ini negara yang tergabung dalam G-20 bakal melakukan koordinasi untuk menarik pajak digital. Pasalnya, masih banyak permasalahan pajak digital yang dikeluhkan negara G-20.

Makanya, penyelesaian sengketa atas perpajakan digital perusahaan raksasa perlu dilakukan bersama. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dalam penarikan pajak digital asing ini perlu koordinasi yang kuat serta kerja sama di setiap negara. ( Baca juga:Satu Payung Berdua, Sri Mulyani dan Menlu Retno Nostalgia Masa SMA 3 di Semarang )

"Kita perlu koordinasi yang kuat dan kerja sama karena pajak digital ini sangat penting dan kita harus memiliki kekuatan untuk bisa menerapkannya," ujar Sri Mulyani dalam webinar, Kamis (28/1/2021).

Kata dia, potensi pajak digital ini sangat besar. Apalagi perkembangan teknologi saat ini sudah berkembang pesat, dan seluruh transaksi keuangan ke depan akan serba-digital.

"Ekonomi digital akan lebih canggih karena nantinya semua transaksi keuangan akan serba-digital dengan perkembangan yang sangat cepat, makanya perlu ada aturan agar pajak digital ini perlu dilakukan," katanya. ( Baca juga:Jumlah Huruf Dalam Al-Qur'an Menurut Imam Syafi'i )

Dia berharap ekonomi digital ini bisa membantu perkembangan ekonomi di dunia. Lantaran pandemi Covid-19 memang sudah banyak mengubah kebiasaan baru dan dunia harus bangkit dalam memulihkan ekonominya.

"Kita berharap ekonomi digital bisa membantu ekonomi di tengah pandemi Covid-19," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
White Paper MDI Ventures...
White Paper MDI Ventures Petakan Jalur Ekonomi Digital Inklusif di Indonesia
Topping Off SMX01 Perkuat...
Topping Off SMX01 Perkuat Fondasi Infrastruktur Digital Indonesia
Astranauts 2026, Akselerasi...
Astranauts 2026, Akselerasi Transformasi Digital dan Efisiensi untuk Perkuat Ekonomi
Soal Perjanjian Transfer...
Soal Perjanjian Transfer Data RI-AS, Komisi I DPR Desak Pembentukan Lembaga PDP Independen
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Pensiun Jadi Menkeu,...
Pensiun Jadi Menkeu, Sri Mulyani akan Ngajar di Oxford
Rekomendasi
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
Pemerintah Hormati Putusan...
Pemerintah Hormati Putusan Kasus Andrie Yunus, Yusril: Wujud Independensi Peradilan
Nama Raffi Ahmad Terseret...
Nama Raffi Ahmad Terseret Kasus Bluray Cargo, Respons Nagita Slavina Jadi Sorotan
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved