Persiapan Bangun Politeknik Industri, PT VDNI dan Pemerintah Gelar Rakor
Kamis, 04 Februari 2021 - 20:11 WIB
loading...
Perusahaan pemurnian nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) melakukan Rakor dengan pemerintah pusat dan daerah untuk membahas persiapan pembangunan Politeknik Industri milik Yayasan Andrew dan Tony. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Perusahaan pemurnian nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) melakukan rapat koordinasi (Rakor) dengan pemerintah pusat dan daerah untuk membahas persiapan pembangunan Politeknik Industri milik Yayasan Andrew dan Tony. Rakor tersebut berlangsung pada Rabu, 3 Februari 2021 bertempat di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara di Kendari.
Rakor tersebut juga dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Safri Burhanuddin. Sementara peserta dari Kementerian terkait lainnya mengikuti secara virtual. Sekretaris Daerah Provinsi Nur Endang Abbas, sejumlah kepala OPD di lingkup Pemprov Sultra, Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Ferdinand Sapan, perwakilan dari beberapa perguruan tinggi, serta pimpinan PT VDNI dan perwakilan PT OSS menjadi peserta rapat.
Baca Juga: Dukung Pengembangan SDM di Sultra, Politeknik Industri PT VDNI Siap Beroperasi Juru Bicara PT VDNI Dyah Fadhilat menyampaikan, dalam Rakor tersebut telah disepakati bahwa lokasi dari Politeknik akan berada di dalam Kawasan Industri Morosi yang terletak di Kabupaten Konawe. Hal ini dengan mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi, agar Politeknik tersebut dapat terintegrasi langsung dengan industri.
Nantinya lulusan dari Politeknik tersebut akan diserap langsung oleh tenant-tenant yang terdapat di Kawasan Industri seperti smelter milik PT VDNI dan pabrik pengolahan stainless steel oleh PT Obsidian Stainless Steel (OSS).
“Politeknik ini dikonsep untuk lebih mengedepankan praktik, sehingga dengan lokasinya yang berada di dalam Kawasan Industri akan memudahkan integrasi antara proses belajar mengajar dengan praktiknya,” ujar Dyah dalam keterangan resmi.
Rakor tersebut juga dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Safri Burhanuddin. Sementara peserta dari Kementerian terkait lainnya mengikuti secara virtual. Sekretaris Daerah Provinsi Nur Endang Abbas, sejumlah kepala OPD di lingkup Pemprov Sultra, Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Ferdinand Sapan, perwakilan dari beberapa perguruan tinggi, serta pimpinan PT VDNI dan perwakilan PT OSS menjadi peserta rapat.
Baca Juga: Dukung Pengembangan SDM di Sultra, Politeknik Industri PT VDNI Siap Beroperasi Juru Bicara PT VDNI Dyah Fadhilat menyampaikan, dalam Rakor tersebut telah disepakati bahwa lokasi dari Politeknik akan berada di dalam Kawasan Industri Morosi yang terletak di Kabupaten Konawe. Hal ini dengan mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi, agar Politeknik tersebut dapat terintegrasi langsung dengan industri.
Nantinya lulusan dari Politeknik tersebut akan diserap langsung oleh tenant-tenant yang terdapat di Kawasan Industri seperti smelter milik PT VDNI dan pabrik pengolahan stainless steel oleh PT Obsidian Stainless Steel (OSS).
“Politeknik ini dikonsep untuk lebih mengedepankan praktik, sehingga dengan lokasinya yang berada di dalam Kawasan Industri akan memudahkan integrasi antara proses belajar mengajar dengan praktiknya,” ujar Dyah dalam keterangan resmi.
Lihat Juga :