Erick Thohir Dukung Wacana Visa Jangka Panjang Bagi Wisman

Rabu, 10 Februari 2021 - 23:03 WIB
loading...
Erick Thohir Dukung...
Ilustrasi wisatawan mancanegara. Foto/Dok Kemenparekraf
A A A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mendukung penuh kebijakan visa long term stay atau visa jangka panjang (second home) dengan ketentuan deposit sampai Rp2 miliar yang tengah dikaji oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno .

Dukungan tersebut sudah didiskusikan sebelumnya. Bahkan, Erick mengingatkan, dukungan terhadap kebijakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) semata-mata memajukan sektor pariwisata dan penerbangan di Tanah Air.

"Ini sebenarnya kan sudah diskusi waktu itu. Saya kembali tidak ada maksud apa-apa ya, nanti jangan dibilang kaya zaman kampanye saya diadu-adu Pak Sandi, nggak loh," katanya dalam konferensi pers, Rabu (10/2/2021).

(Baca juga: Pandemi, Kunjungan Wisman ke Indonesia Capai 4,02 Juta di 2020 )

Pendalaman ihwal kebijakan tersebut akan dilakukan oleh sejumlah kementerian dan lembaga (K/L) terkait. Dimana, pemangku kebijakan akan merumuskan aturan baru untuk mendukung kebijakan visa long term stay.

“Nanti tinggal didudukkan antara kementerian supaya menjadi policy yang bersama agar saling mendukung. Intinya saya mendukung daripada keinginan Pak Sandi yang notabene sebelumnya juga sudah didiskusikan,” katanya.

Sandi memang tengah mematangkan kebijakan visa jangka panjang bersama Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Visa jangka panjang memungkinkan wisatawan asing tinggal di Indonesia hingga 5 tahun. Visa juga akan diperbaharui 5 tahun sekali.

(Baca juga: Rusia Mengaku Masih Batasi Akses Wisatawan Asing, Termasuk dari Indonesia )

Sandiaga berharap kebijakan tersebut akan meningkatkan kualitas pariwisata dari sisi lama kunjungan dan jumlah pengeluaran yang berdampak terhadap ekonomi masyarakat.

Adapun rencana kebijakan itu, pemerintah menyasar pebisnis dan wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Indonesia dalam waktu 3-4 bulan per tahun saat musim dingin di negara asalnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Visa Ditolak, Thomas...
Visa Ditolak, Thomas Partey Absen Bela Ghana Lawan Panama di Piala Dunia 2026
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Rekomendasi
Juan Persia Vanesya...
Juan Persia Vanesya Siapkan Mental dan Bahasa Inggris untuk Audisi Miss Indonesia 2026
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Program Prioritas, Bakom RI: Waspadai Disinformasi
Berita Terkini
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved