IHSG Berpeluang Melesat ke Level 6.880 di Tahun Kerbau Logam
Kamis, 11 Februari 2021 - 19:17 WIB
loading...
Ilustrasi/Foto:SINDOnews/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai tahun Kerbau Logam ini akan menjadi tahun yang menjanjikan dengan harapan bahwa penyebaran Covid-19 akan berangsur mereda dan kondisi perekonomian akan semakin pulih.
Head of Wealth Management Division Mirae Asset Sekuritas Fajrin Noor Hermansyah mengatakan tim riset Mirae Asset Sekuritas masih optimistis pasar saham dapat terus bergerak positif dengan target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir tahun pada 6.880, dengan kata lain menunjukkan adanya potensi pertumbuhan 17% dari posisi akhir 2020.
“Tiga katalis utama dari prediksi IHSG tersebut adalah faktor redanya Covid-19 karena vaksin yang sudah mulai diedarkan, Joe Biden sebagai pemimpin baru AS yang akan memberikan rasa aman yang lebih baik kepada negara-negara lain di dunia, serta faktor peningkatan transaksi investor di bursa saham domestik,” kata Fajrin di Jakarta, Kamis (11/2/2021).
Baca Juga : Tembus 6.200, IHSG Rawan Profit Taking
Tahun lalu, Mirae Asset Sekuritas menjadi perusahaan efek terbesar dari sisi nilai transaksi yaitu senilai Rp410 triliun, meroket 97% dibanding 2019. Di awal tahun ini, nilai transaksi perusahaan sudah mencapai Rp105 triliun sepanjang Januari, hampir dua kali lipat dari sekuritas pesaing terdekatnya senilai Rp64,15 triliun. Sedangkan tahun ini ditargetkan transaksi saham nasabahnya naik 17%.
Menurut Fajrin target tersebut juga akan beriringan dengan target penambahan nasabah baru tahun ini sebesar 5% dari 42.000 nasabah tahun lalu. Target itu, tuturnya, akan didukung dari beberapa strategi perusahaan melalui inovasi untuk mendekatkan diri dengan nasabah dan meningkatkan kualitas layanan.
Head of Wealth Management Division Mirae Asset Sekuritas Fajrin Noor Hermansyah mengatakan tim riset Mirae Asset Sekuritas masih optimistis pasar saham dapat terus bergerak positif dengan target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir tahun pada 6.880, dengan kata lain menunjukkan adanya potensi pertumbuhan 17% dari posisi akhir 2020.
“Tiga katalis utama dari prediksi IHSG tersebut adalah faktor redanya Covid-19 karena vaksin yang sudah mulai diedarkan, Joe Biden sebagai pemimpin baru AS yang akan memberikan rasa aman yang lebih baik kepada negara-negara lain di dunia, serta faktor peningkatan transaksi investor di bursa saham domestik,” kata Fajrin di Jakarta, Kamis (11/2/2021).
Baca Juga : Tembus 6.200, IHSG Rawan Profit Taking
Tahun lalu, Mirae Asset Sekuritas menjadi perusahaan efek terbesar dari sisi nilai transaksi yaitu senilai Rp410 triliun, meroket 97% dibanding 2019. Di awal tahun ini, nilai transaksi perusahaan sudah mencapai Rp105 triliun sepanjang Januari, hampir dua kali lipat dari sekuritas pesaing terdekatnya senilai Rp64,15 triliun. Sedangkan tahun ini ditargetkan transaksi saham nasabahnya naik 17%.
Menurut Fajrin target tersebut juga akan beriringan dengan target penambahan nasabah baru tahun ini sebesar 5% dari 42.000 nasabah tahun lalu. Target itu, tuturnya, akan didukung dari beberapa strategi perusahaan melalui inovasi untuk mendekatkan diri dengan nasabah dan meningkatkan kualitas layanan.
Lihat Juga :