Bank Mandiri Gandeng Artajasa Integrasikan BPR ke Gerbang Pembayaran Nasional
Kamis, 11 Februari 2021 - 23:03 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini, kata Aquarius, pihaknya sangat terbuka dan membuka pintu kolaborasi dengan BPR atau BPRS lain yang telah mengusung rencana digitalisasi produk dan layanan melalui Bank Mandiri sebagai Bank Induknya.
Dia menambahkan, Bank Mandiri juga berharap kerjasama dengan BPR KS ini dapat dikembangkan ke aspek yang lebih luas sehingga dapat membantu BPR KS dalam menjaga konsistensi usaha serta pengembangan layanan keuangan bagi nasabah.
“Tak hanya kepada BPR KS, Bank Mandiri pun siap untuk menjajaki berbagai inisiatif kerjasama digital banking yang bisa dikembangkan guna memenuhi kebutuhan BPR/BPRS lain di Indonesia,” ungkap Aquarius.
(Baca juga: Dilikuidasi OJK, LPS Bayar Klaim Nasabah BPR Abang Pasar )
Menurutnya, peran dan kontribusi Mandiri dalam mendukung digitalisasi perbankan salah satunya adalah penerapan digital banking secara nasional melalui ketersediaan layanan digital yang saat ini sudah tersebar sebanyak 13 ribu ATM, 176 ribu EDC, 573 ribu merchant QRIS.
Selain itu juga beberapa program pendukung beyond banking yaitu Digiresto & Digiretail, Solusi Hunian Pintar, Yokkebiz, dan tidak ketinggalan yaitu pembentukan cashless ecosystem salah satunya di Taman Mini Indonesia Indah.
Pada tahun 2020, Bank Mandiri tercatat sudah memproses hingga 2,9 Miliar transaksi elektronik dengan nilai nominal mencapai Rp3.200 triliun. Dari nilai tersebut, transaksi jaringan melalui switching mencatatkan kenaikan sekitar 12 % dibandingkan nominal transaksi jaringan pada posisi yang sama di tahun 2019.
Dia menambahkan, Bank Mandiri juga berharap kerjasama dengan BPR KS ini dapat dikembangkan ke aspek yang lebih luas sehingga dapat membantu BPR KS dalam menjaga konsistensi usaha serta pengembangan layanan keuangan bagi nasabah.
“Tak hanya kepada BPR KS, Bank Mandiri pun siap untuk menjajaki berbagai inisiatif kerjasama digital banking yang bisa dikembangkan guna memenuhi kebutuhan BPR/BPRS lain di Indonesia,” ungkap Aquarius.
(Baca juga: Dilikuidasi OJK, LPS Bayar Klaim Nasabah BPR Abang Pasar )
Menurutnya, peran dan kontribusi Mandiri dalam mendukung digitalisasi perbankan salah satunya adalah penerapan digital banking secara nasional melalui ketersediaan layanan digital yang saat ini sudah tersebar sebanyak 13 ribu ATM, 176 ribu EDC, 573 ribu merchant QRIS.
Selain itu juga beberapa program pendukung beyond banking yaitu Digiresto & Digiretail, Solusi Hunian Pintar, Yokkebiz, dan tidak ketinggalan yaitu pembentukan cashless ecosystem salah satunya di Taman Mini Indonesia Indah.
Pada tahun 2020, Bank Mandiri tercatat sudah memproses hingga 2,9 Miliar transaksi elektronik dengan nilai nominal mencapai Rp3.200 triliun. Dari nilai tersebut, transaksi jaringan melalui switching mencatatkan kenaikan sekitar 12 % dibandingkan nominal transaksi jaringan pada posisi yang sama di tahun 2019.
Lihat Juga :