Prospek Bisnis KEK Lido, Diyakini Jadi Mesin Penggerak Pariwisata Nasional
Senin, 15 Februari 2021 - 09:44 WIB
loading...
Pemprov Jawa Barat optimistis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido bakal menjadi motor penggerak pariwisata nasional. Foto/Dok
A
A
A
BANDUNG - Pemprov Jawa Barat optimistis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido bakal menjadi motor penggerak pariwisata nasional . Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, Dedi Taufik menyatakan, sejak awal, pihaknya mendukung penuh KEK Lido hingga Dewan Nasional Ekonomi Khusus menyetujui pembentukan KEK Lido.
"Sejak awal pengajuan Lido sebagai KEK, kami memberikan dukungan penuh baik saat pembahasan awal sampai dengan penerbitan rekomendasi gubernur," kata Dedi di Bandung, Senin (15/2/2021).
Baca Juga: Movieland KEK Lido City Harapan Baru Kebangkitkan Pariwisata Indonesia
Menurut Dedi, KEK Lido sebagai kawasan khusus berbasis pariwisata akan bergerak secara bisnis pada pengembangan atraksi wisata, seperti theme park kelas dunia, golf course, serta retail.
Rencananya, di kawasan tersebut juga akan dikembangkan akomodasi berupa luxury resort, hotel berbintang, pengembangan transit oriented development (TOD), dan pengembangan ekonomi kreatif (studio film dan festival musik).
Dari prospek bisnis, lanjut Dedi, kehadiran theme park yang akan dibangun di dalam KEK Lido diprediksi mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) hingga mencapai 63,4 juta orang sampai 2038 atau rata-rata 3,17 juta wisatawan per tahun.
"Sejak awal pengajuan Lido sebagai KEK, kami memberikan dukungan penuh baik saat pembahasan awal sampai dengan penerbitan rekomendasi gubernur," kata Dedi di Bandung, Senin (15/2/2021).
Baca Juga: Movieland KEK Lido City Harapan Baru Kebangkitkan Pariwisata Indonesia
Menurut Dedi, KEK Lido sebagai kawasan khusus berbasis pariwisata akan bergerak secara bisnis pada pengembangan atraksi wisata, seperti theme park kelas dunia, golf course, serta retail.
Rencananya, di kawasan tersebut juga akan dikembangkan akomodasi berupa luxury resort, hotel berbintang, pengembangan transit oriented development (TOD), dan pengembangan ekonomi kreatif (studio film dan festival musik).
Dari prospek bisnis, lanjut Dedi, kehadiran theme park yang akan dibangun di dalam KEK Lido diprediksi mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) hingga mencapai 63,4 juta orang sampai 2038 atau rata-rata 3,17 juta wisatawan per tahun.
Lihat Juga :