Nah Kan! Kasus Asabri Jadi Korupsi Terbesar di Indonesia
Rabu, 17 Februari 2021 - 20:31 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kasus korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri menjadi kasus korupsi terbesar di Indonesia. Dana yang dikorupsi mencapai Rp23,7 triliun.
Informasi itu disampaikan Jaksa Agung ST Burhanuddin saat diwawancarai Deddy Corbuzier. "Kasus Asabri adalah korupsi terbesar di Indonesia, sampai Rp23,7 triliun sementara ini. Itu duit (semua), bukan campur dengan daun," kata dia dikutip Rabu (17/2/2021).
Pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) tetap berupaya menelusuri pelaku dalam kasus tersebut. Burhanuddin menyebut, aset-aset pelaku bisa dikembalikan ke negara "Kita usaha terus, kita terus telusuri asetnya. Insya Allah masih dimungkinkan itu," katanya. ( Baca juga:Buntut Kasus Asabri, Investor Diminta Lebih Hati-hati )
Burhanuddin menegaskan, jalur hukum untuk kasus mega-korupsi itu akan terus dilakukan meski ada risiko berupa ancaman yang akan ditanggungnya. Apalagi, dirinya juga kerap mendapatkan ancaman.
"Tuntutan tugas, mau gimana lagi. Saya harus ikut semua tuntutan hukum dengan segala risikonya. Pernah ada ancaman yang betul-betul ancaman, saya waktu itu tugas di Aceh," tutur dia.
Informasi itu disampaikan Jaksa Agung ST Burhanuddin saat diwawancarai Deddy Corbuzier. "Kasus Asabri adalah korupsi terbesar di Indonesia, sampai Rp23,7 triliun sementara ini. Itu duit (semua), bukan campur dengan daun," kata dia dikutip Rabu (17/2/2021).
Pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) tetap berupaya menelusuri pelaku dalam kasus tersebut. Burhanuddin menyebut, aset-aset pelaku bisa dikembalikan ke negara "Kita usaha terus, kita terus telusuri asetnya. Insya Allah masih dimungkinkan itu," katanya. ( Baca juga:Buntut Kasus Asabri, Investor Diminta Lebih Hati-hati )
Burhanuddin menegaskan, jalur hukum untuk kasus mega-korupsi itu akan terus dilakukan meski ada risiko berupa ancaman yang akan ditanggungnya. Apalagi, dirinya juga kerap mendapatkan ancaman.
"Tuntutan tugas, mau gimana lagi. Saya harus ikut semua tuntutan hukum dengan segala risikonya. Pernah ada ancaman yang betul-betul ancaman, saya waktu itu tugas di Aceh," tutur dia.
Lihat Juga :