Dongkrak Ekonomi, KKP Kembangkan Potensi Kelautan Perikanan di Banten

Jum'at, 19 Februari 2021 - 00:11 WIB
loading...
Dongkrak Ekonomi, KKP...
Foto/KKP
A A A
JAKARTA - Sektor kelautan dan perikanan yang ada di Provinsi Banten sangat potensial untuk dikembangkan. Baik itu di bidang perikanan tangkap, budidaya, pergaraman, hingga wisata bahari. Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menyusun sejumlah agenda kerja yang akan dilaksanakan di provinsi paling barat Pulau Jawa itu sepanjang tahun 2021.

Kegiatan yang dimaksud meliputi pengembangan empat pelabuhan perikanan yang tersebar di Banten. Meliputi Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu, Pelabuhan Perikanan Labuan, Pelabuhan Perikanan Binuagen, serta Pelabuhan Perikanan Cituis. ( Baca juga:Uji Nyali UMKM, Inovasi atau Mati )

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, sejalan dengan pengembangan ini diharapkan produktivitas perikanan tangkap maupun ekspor hasil perikanan dari Banten meningkat. Peningkatan ini tentunya akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Banten.

"Pengembangan pelabuhan perikanan akan kami fokuskan di empat titik. Sasarannya produksi perikanan meningkat, termasuk ekspor perikanan juga meningkat," ujar Menteri Trenggono dalam rapat koordinasi lintas kementerian yang digelar secara daring, Kamis (18/2/2021).

Selain pengembangan pelabuhan perikanan, ada empat lagi agenda kerja KKP di Banten. Diawali dengan pengembangan perikanan budidaya dengan memberikan sejumlah bantuan untuk masyarakat. Seperti benih ikan, bioflok, excavator, pendampingan hingga membangun irigasi dan infrastruktur tambak.

KKP juga akan mengembangkan usaha garam rakyat dengan calon lokasi Kampung Brangbang, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Masih di desa yang sama, KKP menyokong pengembangan desa wisata bahari. Fasilitas yang diberikan meliputi sarana-prasana wisata seperti alat selam, alat snorkeling, pembangungan pondok informasi, hingga menara pandang.

Selanjutnya yang tak kalah penting, ujar Trenggono, KKP akan menanam mangrove di sejumlah kawasan sebagai upaya menjaga pesisir dari abrasi dan gelombang tinggi. Kegiatan ini berpotensi menjadikan lokasi penanaman sebagai obyek eco-wisata di kemudian hari.

"Targetnya kita menanam 20 hektare mangrove," ungkap Trenggono.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mendukung penuh agenda kerja KKP di Banten, khususnya penanaman mangrove. Selain meminta jumlahnya ditambah, penanaman juga perlu dilakukan di lokasi-lokasi yang tersapu tsunami pada tahun 2018 lalu.

"Mengrove itu bagus sekali untuk melindungi masyarakat di pesisir. Penanamannya diperbanyak ya," tandas dia. ( Baca juga:Amien Rais Sampaikan Kabar Baru Partai Ummat, Apa Itu? )

Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menko Kemaritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan itu membahas tentang pengembangan wilayah dan percepatan pembangunan infrastruktur di Banten. Pesertanya selain sejumlah menteri, pejabat teknis kementerian, juga kepala daerah di Banten.

Sementara bentuk dukungan KKP dalam percepatan pembangunan di provinsi ini meliputi bidang tata ruang laut. KKP telah menyusun draft Ranperpres Rencana Tata Ruang Laut di Perairan Pesisir Kawasan Strategis Nasional (KSN) Selat Sunda. Saat ini tengah menunggu proses integrasi dengan tata ruang KSN matra darat.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Hadiri Asia Pacific...
Hadiri Asia Pacific Maritime 2026, BKI Perkuat Kolaborasi Industri Maritim Global
Prabowo dan Menteri...
Prabowo dan Menteri Trenggono Bahas Kampung Nelayan, Progres Capai 50%
Menteri Trenggono Lempar...
Menteri Trenggono Lempar Senyuman usai Sentil Purbaya soal Anggaran Pembuatan Kapal
Tarif 0% Ekspor Tuna...
Tarif 0% Ekspor Tuna ke Jepang Resmi Berlaku, Intip Syaratnya
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Rekomendasi
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved