UMKM Buka Toko Online, Dijamin Langganan Tidak Kabur
Jum'at, 19 Februari 2021 - 20:44 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Ebi Junaidi menilai, adanya peralihan warung konvensional atau offline menjadi warung online membantu UMKM bertahan lebih baik di tengah pandemi. Pasalnya, pandemi Covid-19 telah melumpuhkan perekonomian tak terkecuali kelompok ekonomi dari pelaku UMKM.
"Mayoritas dari UMKM terutama ritel makanan mengalami penurunan transaksi setiap harinya, jadi ada penurunan pendapatan. Dengan adanya digitalisasi, ini sangat membantu mereka," ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (19/2/2021).
Baca Juga: Catat! Ini Batas Waktu Bebas Pajak buat UMKM
Ebi mengatakan, dengan adanya digitalisasi memungkinkan customer yang sebelumnya berbelanja dengan uang cash kemudian merasa tidak nyaman dengan adanya pandemi ini bisa mengganti moda pembayarannya menggunakan uang elektronik. Menurutnya, hal ini mencegah hilangannya customer.
"Jadi orang tersebut yang kemungkinan kehilangan customer gara-gara itu untuk transaksi offline ya itu masih bisa karena adanya moda pembayaran seperti ini mereka mendapatkan customer baru atau mempertahankan customer lama yang sudah tidak mau menggunakan uang cash pada awal-awal pandemi," kata Ebi.
"Mayoritas dari UMKM terutama ritel makanan mengalami penurunan transaksi setiap harinya, jadi ada penurunan pendapatan. Dengan adanya digitalisasi, ini sangat membantu mereka," ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (19/2/2021).
Baca Juga: Catat! Ini Batas Waktu Bebas Pajak buat UMKM
Ebi mengatakan, dengan adanya digitalisasi memungkinkan customer yang sebelumnya berbelanja dengan uang cash kemudian merasa tidak nyaman dengan adanya pandemi ini bisa mengganti moda pembayarannya menggunakan uang elektronik. Menurutnya, hal ini mencegah hilangannya customer.
"Jadi orang tersebut yang kemungkinan kehilangan customer gara-gara itu untuk transaksi offline ya itu masih bisa karena adanya moda pembayaran seperti ini mereka mendapatkan customer baru atau mempertahankan customer lama yang sudah tidak mau menggunakan uang cash pada awal-awal pandemi," kata Ebi.
Lihat Juga :