Nih Dia Mudharatnya Mengubah Lahan Persawahan

Senin, 22 Februari 2021 - 14:51 WIB
loading...
Nih Dia Mudharatnya...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Lahan persawahan di Indonesia kini sudah semakin menipis. Kondisi itu karena terjadinya alih fungsi lahan pertanian menjadi non-pertanian.

Direktur Pengendalian Hak Tanah, Alih Fungsi Lahan, Kepulauan dan Wilayah Tertentu Kementerian ATR/BPN Asnawati mengatakan, alih fungsi lahan persawahan ini menimbulkan beberapa dampak. Salah satunya yang saat ini mulai terasa adalah dampak terhadap lingkungan.

“Alih fungsi lahan punya dampak signifikan sehingga berakibat ke berbagai sektor, baik lingkungan, sosial ekonomi, dan lain sebagainya,” ujarnya dalam acara Webinar PPTR Expo, Senin (22/2/2021). ( Baca juga:Kementerian ATR/BPN Ungkap Penyebab Investor Borong Lahan Persawahan )

Sebagai salah satu contoh dampak lingkungan yang sudah mulai terasa adalah terjadinya bencana banjir. Penyebanya, semakin sedikit tempat penampungan akru.

“Dari sektor lingkungan sudah jelas berdampak karena kita tahu sawah merupakan tempat tampungan air. Bencana ada karena sudah banyak sawah yang hilang,” jelasnya.

Tak hanya lingkungan, berkurangnya lahan pertanian juga berdampak pada sosial. Para petani kehilangan kesempatan kerja sehingga mengurangi kemampuan ekonominya.

“Dampak berikutnya yaitu dampak sosial. Di sini, petani yang tadinya selalu menggarap sawah, dengan alih fungsi lahan, petani itu kehilangan kesempatan kerja,” jelasnya.

Secara ekonomi, berkurangnya lahan pertanian juga punya dampak besar. Lahan pertanian yang berkurang, maka kesempatan investasi produk pertanian masuk ke Indonesia akan semakin kecil. ( Baca juga:Dianggap Bikin Keruh, AHY Didesak Segera Pecat Darmizal )

"Dampak ekonomi tidak kalah besar dengan hilangnya sawah. Otomatis akan hilang investasi pra-sarana pertanian. Alat-alat pertanian maupun obat-obatan hama dan sebagainya,” jelasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
39.000 Hektare Sawah...
39.000 Hektare Sawah Pascabencana di Sumatera Kembali Ditanami
PLN Bagikan Tips Aman...
PLN Bagikan Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem
Izin Tambang Emas Martabe...
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Ini Penjelasan Bahlil
Dana Transfer ke Daerah...
Dana Transfer ke Daerah Bencana Sumatera Tak Dipotong, Purbaya: tapi Habiskan Dulu
Tol Sedyatmo Tergenang...
Tol Sedyatmo Tergenang Banjir, Jasa Marga Optimalkan Pompa Air di Lokasi
Hampir 100.000 Hektare...
Hampir 100.000 Hektare Sawah Rusak Imbas Banjir Sumatera, Dana Rehabilitasi Disiapkan Rp148,53 M
Minimalisasi Banjir...
Minimalisasi Banjir Tangsel, FPSC Susur Sungai Ciputat
Cuaca Ekstrem Picu Banjir...
Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah dalam 2 Hari
Cuaca Ekstrem Masih...
Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Banjir dan Angin Kencang Landa Bogor hingga Pati
Rekomendasi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
PMB Sekolah Swasta Gratis...
PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026 Segera Dibuka, Cek Syarat dan Jadwalnya
4 Alasan Iran Kembali...
4 Alasan Iran Kembali Gempur Israel, Ingin Tunjukkan Solidaritas ke Hizbullah
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Infografis
Mudah Dilakukan, Berikut...
Mudah Dilakukan, Berikut Cara Mengubah HP Jadi Mikrofon
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved