LHK & Kemenparekraf Berkolaborasi Kembangkan Wisata Alam Berbasis Konservasi
Rabu, 24 Februari 2021 - 20:56 WIB
loading...
A
A
A
"Kita ingin pariwisata berbasis konservasi semakin dilestarikan dan mensejahterakan. Ibu KLHK menyatakan bahwa tujuan pariwisata berkelanjutan dan berkualitas ini merupakan satu kesamaan pola pandang," ungkap Sandiaga Uno.
Baca Juga: Bertemu Ridwan Kamil, Sandiaga Uno Pastikan Pembangunan KEK Lido Berjalan Lancar
Sebagai contoh di Labuan Bajo ada tiga wisata yang di coba disusun. Misalnya Pulau Komodo sebagai atraksi alam yang sangat eksklusif dan terbatas. Pulau Rinca sesuai pemikiran Gubernur NTT digunakan untuk display satwa yang tidak menganggu ekosistem. Serta ada Pulau Padar untuk selfie dan wisata lainnya.
"Dari Labuan Bajo ini ada PR yang disampaikan ibu Menteri KLHK sampaikan kepada saya, bagaimana kita bisa memberikan standar NPSK (Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria) agar wisata yang tertata seperti itu bisa di susun standarisasinya," kata Sandiaga Uno.
"Kita ada keinginan betul langkah kongkrit agar ekosistem ini tidak terganggu. Harapan kami daya tarik wisata alam yang kebanyakan ada di kawasan konservasi misalnya di 5 destinasi wisata super prioritas. Misalnya di Danau Toba ada Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Batang Gadis. Di Borobudur ada Taman Nasional Gunung Merapi dan Taman Nasional Gunung Merbabu. Di Lombok Mandalika ada Taman Nasional Gunung Rinjani, Taman Nasional Gunung Tambora, Taman Wisata Alam Gunung Tunak. Di Likupang ada Taman Nasional Bunaken. Di Labuan Bajo ada Taman Nasional Komodo dan Taman Nasional Kelimutu," ungkap Sandiaga Uno.
Menurut Sandiaga Uno, jumlah kunjungan ke daerah wisata alam ini bisa jutaan, dara terakhir sebelum Covid-19 bisa mencapai 10 juta pengunjung.
Baca Juga: Bertemu Ridwan Kamil, Sandiaga Uno Pastikan Pembangunan KEK Lido Berjalan Lancar
Sebagai contoh di Labuan Bajo ada tiga wisata yang di coba disusun. Misalnya Pulau Komodo sebagai atraksi alam yang sangat eksklusif dan terbatas. Pulau Rinca sesuai pemikiran Gubernur NTT digunakan untuk display satwa yang tidak menganggu ekosistem. Serta ada Pulau Padar untuk selfie dan wisata lainnya.
"Dari Labuan Bajo ini ada PR yang disampaikan ibu Menteri KLHK sampaikan kepada saya, bagaimana kita bisa memberikan standar NPSK (Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria) agar wisata yang tertata seperti itu bisa di susun standarisasinya," kata Sandiaga Uno.
"Kita ada keinginan betul langkah kongkrit agar ekosistem ini tidak terganggu. Harapan kami daya tarik wisata alam yang kebanyakan ada di kawasan konservasi misalnya di 5 destinasi wisata super prioritas. Misalnya di Danau Toba ada Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Batang Gadis. Di Borobudur ada Taman Nasional Gunung Merapi dan Taman Nasional Gunung Merbabu. Di Lombok Mandalika ada Taman Nasional Gunung Rinjani, Taman Nasional Gunung Tambora, Taman Wisata Alam Gunung Tunak. Di Likupang ada Taman Nasional Bunaken. Di Labuan Bajo ada Taman Nasional Komodo dan Taman Nasional Kelimutu," ungkap Sandiaga Uno.
Menurut Sandiaga Uno, jumlah kunjungan ke daerah wisata alam ini bisa jutaan, dara terakhir sebelum Covid-19 bisa mencapai 10 juta pengunjung.
Lihat Juga :