Amartha Kantongi Pendanaan USD50 Juta untuk Berdayakan Perempuan
Rabu, 24 Februari 2021 - 21:52 WIB
loading...
Melalui Amartha, Lendable Inc berkomitmen menyalurkan modal usaha senilai USD50 juta atau sekitar Rp696 Miliar kepada perempuan pengusaha mikro di pedesaan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Amartha Mikro Fintek ( Amartha ) pionir fintech peer to peer lending (p2p lending) yang berfokus pada pemberdayaan perempuan melalui permodalan dan pendampingan usaha, bekerjasama dengan dengan Lendable Inc, perusahaan berbasis di Amerika Serikat yang menyalurkan permodalan kepada fintech untuk memberikan akses keuangan guna meningkatkan inklusi keuangan di seluruh dunia.
Baca Juga: Amartha Akan Salurkan Rp2,6 Triliun untuk UMK Desa di 2021
Melalui kerja sama ini, Amartha menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang menerima dana 2X Challenge. Melalui Amartha, Lendable Inc berkomitmen menyalurkan modal usaha senilai USD50 juta atau sekitar Rp696 Miliar kepada perempuan pengusaha mikro di pedesaan untuk mengembangkan atau memulai usaha dan mendorong pemulihan perekonomian pasca pandemi.
Andi Taufan Garuda Putra, Founder dan CEO Amartha, menjelaskan, Perempuan adalah penggerak ekonomi mikro yang memiliki peran sangat penting dalam membantu pemulihan ekonomi nasional. Dengan memberikan akses permodalan dan pendidikan kewirausahaan kepada perempuan, Amartha mencatat bahwa Mitra Amartha dapat meningkatkan pendapatan 2 hingga 7 kali lipat dalam setahun.
"Secara ekonomi, Amartha telah membantu memberdayakan perempuan sejak 2010, kami bersyukur diberikan kepercayaan dari Lendable untuk mewujudkan 2X Challenge di Indonesia agar perempuan dapat meningkatkan perannya dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam konteks pemulihan pasca pandemi. Hal ini juga menjadi momentum #SaatnyaPerempuan bangkit, berdaya dan maju kembali karena perempuan Indonesia menjadi penanda bahwa usaha mikro Indonesia memiliki ketahanan yang kuat selama pandemi dan memiliki prospek yang menjanjikan kedepannya.” ujar Andi Taufan melalui siaran persnya di Jakarta, Rabu (24/2/2021).
Segmen perempuan pengusaha mikro yang tidak memiliki akses ke perbankan dan lembaga keuangan di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 22 juta jiwa. Melalui teknologi yang diintegrasikan dengan edukasi adopsi digital, Amartha mampu menjangkau segmen perempuan di pedesaan yang tidak terjangkau (unbanked) dan kurang terlayani perbankan (underserved).
Baca Juga: Amartha Akan Salurkan Rp2,6 Triliun untuk UMK Desa di 2021
Melalui kerja sama ini, Amartha menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang menerima dana 2X Challenge. Melalui Amartha, Lendable Inc berkomitmen menyalurkan modal usaha senilai USD50 juta atau sekitar Rp696 Miliar kepada perempuan pengusaha mikro di pedesaan untuk mengembangkan atau memulai usaha dan mendorong pemulihan perekonomian pasca pandemi.
Andi Taufan Garuda Putra, Founder dan CEO Amartha, menjelaskan, Perempuan adalah penggerak ekonomi mikro yang memiliki peran sangat penting dalam membantu pemulihan ekonomi nasional. Dengan memberikan akses permodalan dan pendidikan kewirausahaan kepada perempuan, Amartha mencatat bahwa Mitra Amartha dapat meningkatkan pendapatan 2 hingga 7 kali lipat dalam setahun.
"Secara ekonomi, Amartha telah membantu memberdayakan perempuan sejak 2010, kami bersyukur diberikan kepercayaan dari Lendable untuk mewujudkan 2X Challenge di Indonesia agar perempuan dapat meningkatkan perannya dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam konteks pemulihan pasca pandemi. Hal ini juga menjadi momentum #SaatnyaPerempuan bangkit, berdaya dan maju kembali karena perempuan Indonesia menjadi penanda bahwa usaha mikro Indonesia memiliki ketahanan yang kuat selama pandemi dan memiliki prospek yang menjanjikan kedepannya.” ujar Andi Taufan melalui siaran persnya di Jakarta, Rabu (24/2/2021).
Segmen perempuan pengusaha mikro yang tidak memiliki akses ke perbankan dan lembaga keuangan di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 22 juta jiwa. Melalui teknologi yang diintegrasikan dengan edukasi adopsi digital, Amartha mampu menjangkau segmen perempuan di pedesaan yang tidak terjangkau (unbanked) dan kurang terlayani perbankan (underserved).
Lihat Juga :