Jokowi Gaungkan Benci Produk Asing, Kemendag Siapkan Aturan Pendukung
Kamis, 04 Maret 2021 - 14:27 WIB
loading...
A
A
A
Lutfi juga meminta kepada jajarannya ada dapat mengerti permintaan pasar (demand side). Sebab, menurutnya saat ini yang dilihat hanya dari segi suplai (supply side).
"Selama ini kita selalu memikirkan supply side perdagangan atau dari segi suplai. Sekarang ini kita juga mesti melihat demand side dari perdagangan," jelasnya.
Baca Juga: Ketahuan Pakai Pelat Dinas TNI Bodong, Wanita 'Pamer' Mobil Ini Minta Maaf
Ia menjelaskan, bahwa Indonesia merupakan pasar yang besar dengan 270 juta jiwa. Untuk itu, diperlukan produk yang memiliki nilai tambah agar dapat bersaing dengan produk impor.
"Harapannya dengan begitu maka pelaku-pelaku usaha Indonesia, baik itu besar, kecil, atau UMKM dapat berpartisipasi menjadi supplier kepada rakyat Indonesia. Kita akan ciptakan branding-nya, seleranya kita bisa naikkan, supaya orang bisa membeli barang Indonesia," tandasnya.
"Selama ini kita selalu memikirkan supply side perdagangan atau dari segi suplai. Sekarang ini kita juga mesti melihat demand side dari perdagangan," jelasnya.
Baca Juga: Ketahuan Pakai Pelat Dinas TNI Bodong, Wanita 'Pamer' Mobil Ini Minta Maaf
Ia menjelaskan, bahwa Indonesia merupakan pasar yang besar dengan 270 juta jiwa. Untuk itu, diperlukan produk yang memiliki nilai tambah agar dapat bersaing dengan produk impor.
"Harapannya dengan begitu maka pelaku-pelaku usaha Indonesia, baik itu besar, kecil, atau UMKM dapat berpartisipasi menjadi supplier kepada rakyat Indonesia. Kita akan ciptakan branding-nya, seleranya kita bisa naikkan, supaya orang bisa membeli barang Indonesia," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :