Bank Emas Tak Akan Bisa Intervensi Harga

Senin, 08 Maret 2021 - 22:25 WIB
loading...
Bank Emas Tak Akan Bisa...
Pengamat komoditas, Ariston Tjendra menilai rencana pemerintah untuk membentuk bank emas tidak dapat mengintervensi harga. Karena komoditas emas sangat berkaitan dengan banyak faktor. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pengamat komoditas, Ariston Tjendra menilai rencana pemerintah untuk membentuk bank emas tidak dapat mengintervensi harga. Karena komoditas emas sangat berkaitan dengan banyak faktor.

"Untuk harganya mungkin sulit diintervensi oleh satu pihak atau negara tertentu. Jadi tidak bisa bank emas untuk intervensi harga," ujar Ariston saat dihubungi MNC Portal Indonesia di Jakarta (8/3/2021).

Baca Juga: Bank Emas Bakal Dibuat Pemerintah, BI Bilang Engga Terlalu Paham

Menurutnya emas saat ini bukan hanya sebagai aset investasi dan komoditas industri. Emas bahkan sudah berkembang dijadikan sarana hedging atau lindung nilai. Sehingga pergerakan harganya juga berkorelasi dengan pergerakan aset investasi lain. Mulai dari saham, nilai tukar, obligasi, dan lainnya.

"Jadi kemungkinan konsep dari bullion bank ini mungkin sama seperti bank kebanyakan. Bisa sebagai pembiayaan, simpan pinjam, produk investasi, jual beli emas," ujarnya.

Baca Juga: Airlangga Ungkap Rencana Indonesia Akan Buat 'Bank Emas'

Pemerintah menilai pembentukan Bank Emas akan menguntungkan banyak pihak, karena bisa menghemat devisa, dan bagi industri keberadaannya bisa menjadi sumber pembiayaan. Sementara bagi perbankan, kehadiran Bank Emas bisa menjadi diversifikasi produk, dan bagi masyarakat kehadiran Bank Emas bisa mendapatkan imbal hasil dari simpanan emas di bank.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
Cicil Emas BSI Makin...
Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Satu Dekade Membangun...
Satu Dekade Membangun Literasi Keuangan Berbasis Emas di Indonesia
Gandeng BUMN, Platform...
Gandeng BUMN, Platform IDN Gold Hadirkan Koin Emas Fisik Dilengkapi Teknologi Invisible Ink
Kemensos Lelang Emas...
Kemensos Lelang Emas Hadiah Tak Tertebak Senilai Rp10 Miliar, Hasilnya untuk Bantu Keluarga Rentan
Rekomendasi
UBAYA Tantang SCU di...
UBAYA Tantang SCU di Final Putri, Perbanas Hadapi UKSW pada Puncak Campus League 2026
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved