Bio Farma Pastikan Tak Ada Dampak Pembekuan Darah Bagi Pengguna Vaksin AstraZeneca
Senin, 15 Maret 2021 - 09:14 WIB
loading...
Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero) mencatat tidak ada resiko pembekuan darah atau tromboemboli dari penggunaan vaksin AstraZeneca. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero) mencatat tidak ada resiko pembekuan darah atau tromboemboli dari penggunaan vaksin AstraZeneca . Pernyataan ini didasari pada hasil analisis data ihwal keamanan vaksin Covid-19 asal Inggris tersebut.
Juru Bicara PT Bio Farma Bambang Heriyanto menyebut, dari hasil analisis tersebut terkonfirmasi bahwa lebih dari 10 juta orang yang divaksinasi tercatat tidak menunjukkan bukti adanya peningkatan resiko emboli paru atau trombosis vena. Baik bagi golongan usia, jenis kelamin, dan golongan lainnya di negara-negara yang menggunakan vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca.
"Pemerintah telah mengetahui adanya publikasi yang menyebutkan bahwa vaksin AstraZeneca tidak boleh digunakan di beberapa negara Eropa akibat adanya resiko tromboemboli. Terkait hal tersebut, pemerintah telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan akan terus memantaunya," ujar Bambang saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Senin (15/3/2021).
Baca Juga: Bio Farma Kembali Terima 10 Juta Bulk, Siap Produksi 37,5 Vaksin Sinovac
Data yang diperoleh Bio Farma juga tercatat, jumlah kejadian sejenis ini secara signifikan lebih rendah pada penerima suntikan vaksin dibandingkan dengan angka kejadian pada masyarakat umum.
Juru Bicara PT Bio Farma Bambang Heriyanto menyebut, dari hasil analisis tersebut terkonfirmasi bahwa lebih dari 10 juta orang yang divaksinasi tercatat tidak menunjukkan bukti adanya peningkatan resiko emboli paru atau trombosis vena. Baik bagi golongan usia, jenis kelamin, dan golongan lainnya di negara-negara yang menggunakan vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca.
"Pemerintah telah mengetahui adanya publikasi yang menyebutkan bahwa vaksin AstraZeneca tidak boleh digunakan di beberapa negara Eropa akibat adanya resiko tromboemboli. Terkait hal tersebut, pemerintah telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan akan terus memantaunya," ujar Bambang saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Senin (15/3/2021).
Baca Juga: Bio Farma Kembali Terima 10 Juta Bulk, Siap Produksi 37,5 Vaksin Sinovac
Data yang diperoleh Bio Farma juga tercatat, jumlah kejadian sejenis ini secara signifikan lebih rendah pada penerima suntikan vaksin dibandingkan dengan angka kejadian pada masyarakat umum.
Lihat Juga :