Waduh! Anggota DPR Minta Kebijakan Boleh Mudik Dikaji Ulang
Kamis, 18 Maret 2021 - 14:28 WIB
loading...
Anggota Komisi IX DPR meminta pemerintah mengkaji ulang ditiadakannya larangan mudik Lebaran tahun ini. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah melakukan kajian ulang atas kebijakan tidak melarang mudik Lebaran tahun ini.
"Tidak adanya larangan mudik Lebaran menimbulkan kekhawatiran terjadinya lonjakan kasus. Angka kasus baru Covid-19 di Indonesia masih tinggi, bahkan, angka kematiannya jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia. Selain itu, pengalaman kita menunjukkan bahwa terjadi lonjakan kasus, setiap kali terjadi mobilitas masyarakat pada saat liburan panjang," kata Netty di Jakarta, Kamis (18/3/2021).
Baca Juga: Soal Mudik Lebaran, Menhub Masih Kooordinasi dengan Lembaga Terkait
Berdasarkan laporan Satgas Penanganan Covid-19, kasus kematian meningkat 74,80% pada periode 22-28 Februari 2021. Menurut Netty, penyebab tingginya angka kematian Covid-19 erat kaitannya dengan kebijakan testing, tracing dan treatment yang masih lemah.
"Kebijakan 3T sebagai salah satu cara dalam menyelesaikan COVID-19 masih lemah. Untuk ukuran Indonesia yang jumlah penduduknya sekitar 270 juta, seharusnya angka testing kita mencapai 200-300 ribu per hari. Kita harus belajar dari pengalaman India yang angka Covid-19-nya turun drastis akibat gencarnya testing yang mereka lakukan. Dengan kondisi masih lemahnya kebijakan 3T dan tingginya angka kematian, bagaimana mungkin pemerintah memberi kelonggaran mobilitas masyarakat melalui ketiadaan pelarangan mudik Lebaran," ujarnya.
"Tidak adanya larangan mudik Lebaran menimbulkan kekhawatiran terjadinya lonjakan kasus. Angka kasus baru Covid-19 di Indonesia masih tinggi, bahkan, angka kematiannya jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia. Selain itu, pengalaman kita menunjukkan bahwa terjadi lonjakan kasus, setiap kali terjadi mobilitas masyarakat pada saat liburan panjang," kata Netty di Jakarta, Kamis (18/3/2021).
Baca Juga: Soal Mudik Lebaran, Menhub Masih Kooordinasi dengan Lembaga Terkait
Berdasarkan laporan Satgas Penanganan Covid-19, kasus kematian meningkat 74,80% pada periode 22-28 Februari 2021. Menurut Netty, penyebab tingginya angka kematian Covid-19 erat kaitannya dengan kebijakan testing, tracing dan treatment yang masih lemah.
"Kebijakan 3T sebagai salah satu cara dalam menyelesaikan COVID-19 masih lemah. Untuk ukuran Indonesia yang jumlah penduduknya sekitar 270 juta, seharusnya angka testing kita mencapai 200-300 ribu per hari. Kita harus belajar dari pengalaman India yang angka Covid-19-nya turun drastis akibat gencarnya testing yang mereka lakukan. Dengan kondisi masih lemahnya kebijakan 3T dan tingginya angka kematian, bagaimana mungkin pemerintah memberi kelonggaran mobilitas masyarakat melalui ketiadaan pelarangan mudik Lebaran," ujarnya.
Lihat Juga :