Perdagangan Produk Halal, Wapres: Kalau Betul-Betul Dicatat, Kita Justru Nomor Satu
Jum'at, 19 Maret 2021 - 11:29 WIB
loading...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah terus mendorong agar Indonesia bisa menjadi pusat dari industri halal dunia. Mengingat jumlah penduduk muslim di Indonesia yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia.
Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, salah satu yang perlu digenjot adalah produk makanan dan minuman halal Indonesia. Sebab, berdasarkan laporan Global Islamic Economy 2020, produk makanan minuman halal Indonesia baru menempati peringkat keempat. ( Baca juga: Ma'ruf Amin: Diperlukan Ikhtiar Ruhaniah untuk Menghadapi Pandemi Corona )
Menurut Ma’ruf, salah satu penyebabnya adalah pencatatan nilai perdagangan produk halal Indonesia belum optimal. Untuk itu, pembenahan pencatatan tersebut harus diprioritaskan.
“Saya minta bantuan, teknis pencatatannya bagaimana, siapa yang harus melakukan itu. Padahal kalau betul-betul dicatat, kita justru nomor satu. Saya minta, Bapak Bambang (Staf Khusus Wakil Presiden) dibuat satu diskusi khusus dengan KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah) merapatkan soal pencatatan (data ekspor produk halal),” ujarnya dalam keteranganya, Jumat (19/3/2021).
Wapres menambahkan, dirinya mendapatkan masukan dari beberapa pengusaha untuk mendongkrak angka ekspor produk halal. Salah satunya adalah meminta perubahan mekanisme pendataan produk halal.
Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, salah satu yang perlu digenjot adalah produk makanan dan minuman halal Indonesia. Sebab, berdasarkan laporan Global Islamic Economy 2020, produk makanan minuman halal Indonesia baru menempati peringkat keempat. ( Baca juga: Ma'ruf Amin: Diperlukan Ikhtiar Ruhaniah untuk Menghadapi Pandemi Corona )
Menurut Ma’ruf, salah satu penyebabnya adalah pencatatan nilai perdagangan produk halal Indonesia belum optimal. Untuk itu, pembenahan pencatatan tersebut harus diprioritaskan.
“Saya minta bantuan, teknis pencatatannya bagaimana, siapa yang harus melakukan itu. Padahal kalau betul-betul dicatat, kita justru nomor satu. Saya minta, Bapak Bambang (Staf Khusus Wakil Presiden) dibuat satu diskusi khusus dengan KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah) merapatkan soal pencatatan (data ekspor produk halal),” ujarnya dalam keteranganya, Jumat (19/3/2021).
Wapres menambahkan, dirinya mendapatkan masukan dari beberapa pengusaha untuk mendongkrak angka ekspor produk halal. Salah satunya adalah meminta perubahan mekanisme pendataan produk halal.
Lihat Juga :