Harga Gabah Petani Turun, Mendag Lutfi: Bukan karena Impor
Jum'at, 19 Maret 2021 - 17:31 WIB
loading...
A
A
A
“Saya pastikan harga gabah turun itu bukan karena impor, tetapi karena masalah logistik di bawah, yaitu tidak ada pengering sehigga ada harga tambahan yang diambil dari harga gabah mereka,” terangnya.
Selain itu, lanjut Mendag, ada masalah lain soal harga beras. Ia mengatakan terdapat margin harga yang lebar antara petani dan penjual di toko. ( Baca juga: Pasukan Myanmar Tembak Mati Delapan Demonstran, Jokowi Serukan Dialog )
“Bisa dibayangkan harga gabah petani Rp4.200 per kg, sesudah menjadi beras menjadi Rp4.900. Harga itu lalu naik dua kali lipat di toko menjadi Rp10.000 per kg. Bisa dua kali lebih besar dari petani,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa masalah margin yang lebar ini merupakan pekerjaan rumah dari Kementerian Perdagangan yang harus dibereskan. “Ada pekerjaan rumah yang harus kita bereskan. Karena di negara lain margin dari petani dengan di toko tidak sejauh itu. Nah itu yang akan kita bereskan,” tutupnya.
Selain itu, lanjut Mendag, ada masalah lain soal harga beras. Ia mengatakan terdapat margin harga yang lebar antara petani dan penjual di toko. ( Baca juga: Pasukan Myanmar Tembak Mati Delapan Demonstran, Jokowi Serukan Dialog )
“Bisa dibayangkan harga gabah petani Rp4.200 per kg, sesudah menjadi beras menjadi Rp4.900. Harga itu lalu naik dua kali lipat di toko menjadi Rp10.000 per kg. Bisa dua kali lebih besar dari petani,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa masalah margin yang lebar ini merupakan pekerjaan rumah dari Kementerian Perdagangan yang harus dibereskan. “Ada pekerjaan rumah yang harus kita bereskan. Karena di negara lain margin dari petani dengan di toko tidak sejauh itu. Nah itu yang akan kita bereskan,” tutupnya.
(uka)
Lihat Juga :