IMF: Pemulihan Ekonomi Global Makin Nyata

Selasa, 23 Maret 2021 - 09:28 WIB
loading...
IMF: Pemulihan Ekonomi...
Logo IMF. FOTO/REUTERS/Yuri Gripas
A A A
WASHINGTON - Dilansir dari Reuters Selasa (23/3/2021) Wakil Direktur Pelaksana Pertama IMF Geoffrey Okamoto mengungkapkan bahwa pada awal April IMF akan memperbarui proyeksinya, yakni pada Januari pertumbuhan ekonomi global 5,5 persen untuk mencerminkan pengeluaran stimulus fiskal tambahan di Amerika Serikat meski begitu dilaporkan tidak rinci.

Dalam pidatonya di China Development Forum Okamoto menyatakan keprihatinan tentang pertumbuhan divergensi antara negara maju dan pasar berkembang, dengan sekitar 90 juta orang terlihat jatuh di bawah ambang kemiskinan ekstrem sejak pandemi dimulai. Pihaknya mengatakan, China telah pulih ke tingkat pertumbuhan sebelum pandemi di depan semua negara besar, meskipun konsumsi swasta masih tertinggal dari investasi di sana.

Baca Juga: Kepentingan Ekonomi di Balik Perjanjian Damai Timur Tengah

Di luar China, imbuhnya, ada tanda-tanda mengkhawatirkan akan melebarnya kesenjangan antara negara maju dan pasar negara berkembang. IMF memproyeksikan pendapatan kumulatif per kapita di negara-negara berkembang, tidak termasuk China, antara tahun 2020 dan 2022 akan menjadi 22 persen lebih rendah daripada jika tidak terjadi pandemi, yang akan mendorong lebih banyak orang ke dalam kemiskinan, katanya.

Prospek keseluruhan tetap sangat tidak pasti, kata Okamoto. Ia menambahkan bahwa tidak jelas berapa lama pandemi akan berlangsung dan akses ke vaksin tetap sangat tidak merata, baik di negara maju maupun berkembang. Okamoto mengatakan beberapa negara juga memiliki sedikit ruang untuk meningkatkan pengeluaran untuk memerangi pandemi dan mengurangi dampak ekonominya, terutama negara berpenghasilan rendah dengan tingkat utang yang tinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
IMF Peringatkan AI Bisa...
IMF Peringatkan AI Bisa Bobol Sistem Perbankan Dunia dalam Hitungan Detik!
Gubernur BI Peringatkan...
Gubernur BI Peringatkan Dunia Tak Baik-baik Saja, Dihantui 3 Tantangan Besar
Cerita Purbaya Tolak...
Cerita Purbaya Tolak Dana Segar dari IMF dan World Bank: Kita Punya Tabungan Sendiri
Dunia di Ambang Kebangkrutan?...
Dunia di Ambang Kebangkrutan? Utang AS Tembus Rp666.215 Triliun
Tekanan Fiskal Meningkat,...
Tekanan Fiskal Meningkat, IMF Wanti-wanti Ledakan Utang Publik Global
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Ekonomi Global Bergejolak,...
Ekonomi Global Bergejolak, Stabilitas Pangan dan MBG Harus Dijaga
Pidato Prabowo di WEF...
Pidato Prabowo di WEF Davos: Prabowonomics sebagai Tawaran Serius Indonesia bagi Ekonomi Global
Rekomendasi
Pendakian Gunung Meningkat,...
Pendakian Gunung Meningkat, Menhut Siapkan Pengaturan untuk Cegah Kecelakaan dan Sampah
OSN 2026 Diikuti 941.692...
OSN 2026 Diikuti 941.692 Peserta, Kemendikdasmen Tegaskan Integritas dan Transparansi
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved