Dexa Dorong Penggunaan Obat Berbahan Herbal

Selasa, 23 Maret 2021 - 20:56 WIB
loading...
Dexa Dorong Penggunaan...
Tanaman herbal diharapkan menjadi subsitusi obat-obatan kimia. FOTO/WIN CAHYONO
A A A
JAKARTA - Penggunaan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) terus didorong penggunaannya di Tanah Air. Pasalnya, obat yang bahannya berasal dari herbal itu telah teruji dan mampu menjadi substitusi obat-obatan kimia yang bahan bakunya masih banyak diimpor di Indonesia.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Saintifik PT Dexa Medica Dr Raymond Tjandrawinata mengungkapkan, di beberapa negara otoritas setempat memiliki kewenangan untuk meresepkan obat herbal. Dia mencontohkan di Korea Selatan, ada 15,26% dokter yang meresepkan obat herbal, kemudian di China 12,63%, di Taiwan 9,69%.

“Yang paling tinggi adalah di Jerman, lebih dari 50% dari para dokter di Jerman sudah terlatih dan boleh menuliskan obat herbal dalam terapi. Otomatis obat herbal itu masuk dalam semacam JKN (Jaminan Kesehatan Nasional)” kata Raymond dalam keterangan tertulisnya Selasa (23/03/2021).

Baca juga: Membidik Peluang Ekspor Produk Farmasi ke Negara-Negara Muslim

Dalam keterangannya, disebutkan bahwa pada Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Dokter Herbal Medik Indonesia (PIT PDHMI) 2021 beberapa waktu lalu, para saintis dan juga praktisi kesehatan sepakat bahwa OMAI dapat digunakan untuk pengobatan pasien. OMAI juga terbukti secara praklinis maupun klinis untuk penanganan ataupun terapi penyakit.

Dr Raymond Tjandrawinata yang juga Molecular Pharmacologist menambahkan, Dexa Medica telah banyak mengembangkan OMAI berbasis molekuler. Menurutnya, OMAI sendiri secara definisi adalah obat berbahan alam berupa ekstrak atau fraksi tanaman yang tumbuh di Indonesia, tanaman asli Indonesia. Dalam prosesnya, tanaman herbal tersebut diproduksi menjadi obat secara farmasetika modern sehingga memperoleh status sebagai Obat Herbal Terstandar atau Fitofarmaka.

Pengurus Perkumpulan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI) dr Rimenda Sitepu meyakinkan, OMAI dapat menjadi substitusi penanganan penyakit. Menurutnya, pengembangan obat bahan alam menjadi obat herbal terstandar (OHT) maupun fitofarmaka erupakan upaya pembuktian ilmiah.

Baca juga: Hadapi Covid-19, Produk Jamu dan OHT Didukung Jadi Fitofarmaka

"Obat Modern Asli Indonesia dapat digunakan sebagai substitusi atau komplementer dalam penanganan atau terapi pada kondisi suatu penyakit, diperlukan banyak penelitian obat bahan alam, dapat menjadi pertimbangan bagi dokter untuk digunakan dalam usaha untuk pengobatan pasien berbasis Evidence Base Medicine," ujar dr Rimenda.

Sementara itu, Deputi bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dr Reri Indriani menyatakan, pihaknya terus mendukung uji klinis bahan alam Indonesia yang terbukti secara empiris untuk menjadi OMAI. Dia sepakat bahwa produk obat modern asli Indonesia harus didukung pemanfaatannya sehingga BPOM berkomitmen mendukung hilirisasi obat bahan alam.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dorong Perkembangan...
Dorong Perkembangan Retail Herbal Digital dengan Sistem Modern
Dexa Siap Bawa OMAI...
Dexa Siap Bawa OMAI Fitofarmaka ke Pasar Global Obat Herbal
Strategi Bayern dalam...
Strategi Bayern dalam Dorong Pertumbuhan Bisnis Farmasi dan Sains di Masa Depan
Pameran AllPack Indonesia...
Pameran AllPack Indonesia 2025, DQW Dukung Industri Manufaktur Berkelanjutan
Promosikan Potensi Herbal...
Promosikan Potensi Herbal Lokal, SIG Bawa UMKM Rembang Tembus Pasar Nasional
1.000 Produk Tersertifikasi...
1.000 Produk Tersertifikasi Halal, Dexa Medica Diganjar Penghargaan oleh Kemenperin
Produk Herbal Lokal...
Produk Herbal Lokal Mulai Menembus Pasar Internasional
BPOM Temukan 24 Obat...
BPOM Temukan 24 Obat Bahan Alam Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
5 Jurusan ITERA Paling...
5 Jurusan ITERA Paling Diminati di SNBP 2026, Ribuan Peserta Pilih Farmasi!
Rekomendasi
Putra Tri Ramadani Cetak...
Putra Tri Ramadani Cetak Sejarah, Indonesia Rebut Emas Lead Pertama di World Climbing Series
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Infografis
Lawan China-Korut, Jepang-AS...
Lawan China-Korut, Jepang-AS akan Bahas Penggunaan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved