Sandiaga Salahuddin Uno Hemat Anggaran Rp342 Miliar, Kemenparekraf Bisa Terus Gercep
Jum'at, 26 Maret 2021 - 10:55 WIB
loading...
A
A
A
“Pertama adalah terkait pemotongan anggaran APBN yang berhasil kami hemat hingga Rp342 miliar untuk tahun 2021 ini, dimanfaatkan untuk mempercepat penangangan covid-19. Penghematan ini berupa pengurangan belanja modal (prasarana internal), pengurangan belanja perjalanan dinas, paket rapat di luar kantor, dan pengurangan penggunaan jasa konsultan atau narasumber untuk pelaksanaan kegiatan,” ungkap Sandi.
Baca Juga: Kemenparekraf Luncurkan Program Indonesia Second Home untuk Gaet Wisman
Lalu, terkait pengembangan destinasi wisata, kami ingin memastikan bahwa Desa Wisata terintegrasi dan terlibat di dalamnya. Dengan Inovasi, Adaptasi dan Kolaborasi, masyarakat di desa wisata harus merasakan betul dampak dari segi ekonominya, dimana peluang usaha dan lapangan kerja semakin terbuka untuk masyarakatnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo menjelaskan, revitalisasi destinasi dan peningkatan kepercayaan pasar sangat penting untuk menciptakan rasa aman berwisata di Indonesia.
“Hal ini bisa dicapai melalui program vaksinasi, perluasan sertifikasi CHSE, serta peningkatan kemampuan SDM Parekraf dan melalui percepatan program vaksinasi dan penciptaan herd immunity pada destinasi prioritas, perluasan sertifikasi CHSE serta re-skilling dan up-skilling pekerja Parekraf,” jelas Angela.
Baca Juga: Kemenparekraf Luncurkan Program Indonesia Second Home untuk Gaet Wisman
Lalu, terkait pengembangan destinasi wisata, kami ingin memastikan bahwa Desa Wisata terintegrasi dan terlibat di dalamnya. Dengan Inovasi, Adaptasi dan Kolaborasi, masyarakat di desa wisata harus merasakan betul dampak dari segi ekonominya, dimana peluang usaha dan lapangan kerja semakin terbuka untuk masyarakatnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo menjelaskan, revitalisasi destinasi dan peningkatan kepercayaan pasar sangat penting untuk menciptakan rasa aman berwisata di Indonesia.
“Hal ini bisa dicapai melalui program vaksinasi, perluasan sertifikasi CHSE, serta peningkatan kemampuan SDM Parekraf dan melalui percepatan program vaksinasi dan penciptaan herd immunity pada destinasi prioritas, perluasan sertifikasi CHSE serta re-skilling dan up-skilling pekerja Parekraf,” jelas Angela.
(akr)
Lihat Juga :