Ini Dia Tips Jitu agar Bisnis Barber Tak Kena Cukur Pandemi
Minggu, 28 Maret 2021 - 07:28 WIB
loading...
Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Saat ini barbershop atau tempat cukur rambut bisa dibilang sedang menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, banyak yang mulai antusias dengan kehadiran barbershop, bahkan sebagian mulai tertarik untuk menjadi seorang barber ataupun membuka usaha barbershop sendiri.
Di tengah pandemi seperti saat ini, tidak ada bisnis yang dapat dengan mudah bertahan. Semua usaha atau bisnis mengalami kendala yang hampir sama. Kurangnya pelanggan yang datang atau bertransaksi menjadi indikator yang menyebabkan sebuah bisnis menjadi menurun. Hal ini tentu menjadi masalah yang cukup merepotkan bagi para pembuka bisnis di mana pun, termasuk bisnis barbershop. ( Baca juga:Luhut Dapat Kabar dari Jakarta: 1,5 Juta Vaksin AstraZeneca Diberikan untuk Bali )
Barbershop telah menjadi salah satu bisnis yang cukup terdampak oleh adanya pandemi. Hal ini disebabkan karena bisnis barbershop merupakan bisnis penyedia layanan jasa yang mengharuskan pegawainya untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan.
Banyak orang beranggapan bahwa mencukur itu adalah suatu hal yang mudah dilakukan, tidak membutuhkan skill dan pengetahuan yang mendalam. Hanya dengan bermodalkan gunting dan pisau cukur, semua orang “merasa” diri sudah mampu untuk memotong rambut dengan hasil yang baik. Kenyataannya, mencukur bukan hanya tentang memotong rambut seseorang, tetapi juga tentang skill, pelayanan dan seni yang dituangkan ke dalam sebuah jasa.
Dengan menempuh perjalanan jauh sampai ke Inggris, Kevin akhirnya berhasil mempelajari berbagai skill barbering yang mungkin tidak didapatkan di manapun. Ilmu barbering yang dipelajari Kevin bukan hanya soal teknik mencukur, tetapi juga cara mempromosikan dan mengembangkan barbershop sendiri.
Di tengah pandemi seperti saat ini, tidak ada bisnis yang dapat dengan mudah bertahan. Semua usaha atau bisnis mengalami kendala yang hampir sama. Kurangnya pelanggan yang datang atau bertransaksi menjadi indikator yang menyebabkan sebuah bisnis menjadi menurun. Hal ini tentu menjadi masalah yang cukup merepotkan bagi para pembuka bisnis di mana pun, termasuk bisnis barbershop. ( Baca juga:Luhut Dapat Kabar dari Jakarta: 1,5 Juta Vaksin AstraZeneca Diberikan untuk Bali )
Barbershop telah menjadi salah satu bisnis yang cukup terdampak oleh adanya pandemi. Hal ini disebabkan karena bisnis barbershop merupakan bisnis penyedia layanan jasa yang mengharuskan pegawainya untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan.
Banyak orang beranggapan bahwa mencukur itu adalah suatu hal yang mudah dilakukan, tidak membutuhkan skill dan pengetahuan yang mendalam. Hanya dengan bermodalkan gunting dan pisau cukur, semua orang “merasa” diri sudah mampu untuk memotong rambut dengan hasil yang baik. Kenyataannya, mencukur bukan hanya tentang memotong rambut seseorang, tetapi juga tentang skill, pelayanan dan seni yang dituangkan ke dalam sebuah jasa.
Dengan menempuh perjalanan jauh sampai ke Inggris, Kevin akhirnya berhasil mempelajari berbagai skill barbering yang mungkin tidak didapatkan di manapun. Ilmu barbering yang dipelajari Kevin bukan hanya soal teknik mencukur, tetapi juga cara mempromosikan dan mengembangkan barbershop sendiri.
Lihat Juga :