Perang AS-Israel Lawan Iran Bikin Badai Ekonomi ke Seluruh Dunia, Sektor Bisnis Tekor Rp441 Triliun

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:54 WIB
loading...
Perang AS-Israel Lawan...
Badai ekonomi yang dipicu perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran kini benar-benar menghantam dompet masyarakat dan korporasi global, sektor bisnis di seluruh dunia sedikitnya boncos Rp441,1 triliun. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Badai ekonomi yang dipicu oleh perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran kini benar-benar menghantam dompet masyarakat dan korporasi global. Laporan terbaru dari Reuters mengungkapkan, bahwa konflik bersenjata dan blokade Selat Hormuz telah merugikan sektor bisnis di seluruh dunia sedikitnya USD25 miliar atau setara Rp441,1 triliun (dengan kurs Rp17,644 per USD).

Perang AS-Iran memaksa ratusan perusahaan multinasional mengambil tindakan darurat, mulai dari menaikkan harga produk, memotong produksi, melakukan efisiensi karyawan, hingga menyetop pembagian dividen kepada investor. Ekonomi Dunia kini bersiap menghadapi dampak lanjutan yang diprediksi jauh lebih mengerikan pada paruh kedua tahun ini.

Eropa Paling Berdarah-darah, Raksasa Dunia Mulai Tumbang

Berdasarkan analisis terhadap laporan keterbukaan informasi perusahaan di bursa saham AS, Eropa, dan Asia, sedikitnya 279 korporasi raksasa resmi menyatakan bahwa bisnis mereka terganggu akibat lonjakan harga bahan bakar dan kekacauan rantai pasokan imbas dari situasi di Timur Tengah.

Baca Juga: Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?

Benua Eropa menjadi korban paling parah akibat krisis ini. Sebanyak 130 perusahaan Eropa terpaksa memotong proyeksi keuntungan mereka, disusul oleh 61 perusahaan di Asia dan 59 di AS. Kondisi ini dipicu oleh harga energi di Eropa yang memang sudah telanjur mahal sejak mereka memangkas impor gas dari Rusia beberapa tahun lalu.



Bahkan Eropa kini bisa kehabisan bahan bakar jet dalam beberapa minggu jika pasokan minyak terus terganggu oleh perang Iran. Peringatan itu diungkap kepala Badan Energi Internasional (IEA).

Baca Juga: Bos Bank Dunia Peringatkan Dampak Ngeri Penutupan Selat Hormuz: Ekonomi Global Tak Pulih Instan

Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol memperingatkan konsekuensi global yang luas dari apa yang ia gambarkan sebagai “krisis energi terbesar yang pernah kita hadapi,” yang dipicu gangguan terhadap minyak, gas, dan pasokan penting lainnya yang mengalir melalui Selat Hormuz.

Kapal tanker yang membawa bahan bakar tidak dapat mencapai pelabuhan Eropa, sementara jalur alternatif yang bisa dilalui tetap terbatas, kata Birol. Menurut kepala badan tersebut, Eropa mungkin hanya memiliki persediaan bahan bakar jet selama "sekitar enam minggu", dan kecuali Selat Hormuz dibuka kembali, "kita akan segera mendengar kabar" tentang pembatalan penerbangan karena kekurangan bahan bakar.

Industri Penerbangan Jadi Korban Terbesar

Sektor transportasi udara menjadi lini bisnis yang paling menderita. Dari total kerugian global, industri penerbangan menyumbang angka kerugian terbesar, yaitu hampir USD15 miliar (sekitar Rp240 triliun) akibat meroketnya harga avtur.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rekomendasi
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Roy Suryo Tegaskan Jokowi...
Roy Suryo Tegaskan Jokowi Harus Hadir di Pengadilan: Nggak Boleh Mengakali dengan Zoom
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Berita Terkini
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved