Bertemu Pengusaha Desa, Wamendag Bahas Isu Jagung dan Resi Gudang
Kamis, 01 April 2021 - 15:32 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi, bahkan bukan hanya jagung, tapi banyak sekali komoditi yang bisa disimpan di 123 gudang SRG yang ada saat ini. Dan kita harapkan juga kalau bisa komoditi olahan yang bernilai tambah disimpan di situ,” ungkap Jerry.
Dorongan untuk memanfaatkan SRG disambut baik oleh Sekjen APEDI Mochamad Sabdo, yang menyampaikan bahwa saat ini APEDI memiliki lahan seluas 2.000 hektar di Purwakarta, yang rencananya akan digunakan untuk percontohan SRG dan pengolahan berbagai komoditi, seperti kelapa, jagung premium, dan sorgum.
Sebagaimana diusulkan oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri yang mendampinginya, Wamendag menyampaikan pula bahwa bentuk kehadiran pemerintah dalam mengatasi harga jagung yang rendah juga dapat dilakukan dengan mempertemukan petani dengan pengusahan pakan ternak, maupun asosiasi retail untuk menyerap produksi.
Isu yang sama pentingnya yang juga mengemuka dalam pertemuan, yaitu soal akses pasar produk pertanian Indonesia ke luar negeri. Relatif terbatasnya akses petani di desa terhadap informasi ekspor dapat diselesaikan, salah satunya melalui koordinasi antara APEDI dengan Kemendag.
Terkait ini, Wamendag menekankan bahwa kunci keberhasilan ekspor ialah ketersediaan pasokan yang berkesinambungan dan business matching dengan para pembeli di luar negeri.
Dorongan untuk memanfaatkan SRG disambut baik oleh Sekjen APEDI Mochamad Sabdo, yang menyampaikan bahwa saat ini APEDI memiliki lahan seluas 2.000 hektar di Purwakarta, yang rencananya akan digunakan untuk percontohan SRG dan pengolahan berbagai komoditi, seperti kelapa, jagung premium, dan sorgum.
Sebagaimana diusulkan oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri yang mendampinginya, Wamendag menyampaikan pula bahwa bentuk kehadiran pemerintah dalam mengatasi harga jagung yang rendah juga dapat dilakukan dengan mempertemukan petani dengan pengusahan pakan ternak, maupun asosiasi retail untuk menyerap produksi.
Isu yang sama pentingnya yang juga mengemuka dalam pertemuan, yaitu soal akses pasar produk pertanian Indonesia ke luar negeri. Relatif terbatasnya akses petani di desa terhadap informasi ekspor dapat diselesaikan, salah satunya melalui koordinasi antara APEDI dengan Kemendag.
Terkait ini, Wamendag menekankan bahwa kunci keberhasilan ekspor ialah ketersediaan pasokan yang berkesinambungan dan business matching dengan para pembeli di luar negeri.
Lihat Juga :