Ckckck! Perlindungan Terhadap Merek Perusahan Besar Dianggap Bisa Rugikan UMKM
Sabtu, 03 April 2021 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu pakar brand Subiakto Priosoedarsono menilai kebanyakan UMKM belum memahami pentingnya branding. ”Sejak 2014 saya bantu UMKM ternyata banyak yang belum paham brand,” ujar Subiakto menambahkan.
Menurutnya, kelemahan UMKM adalah tidak mencantumkan merek dagangnya. Bukti lemahnya kesadaran merek sering terjadi pada merek kuliner ternama seperti Gudeg Yu Djum dan Bebek Haji Slamet. ”Yang ngasih nama Yu Djum itu adalah konsumennya karena ketika mulai jualan 40 tahun lalu, Yu Djum tidak kasih nama. Begitu juga Bebek Slamet yang Pak Slametnya sudah almarhum. itu yang ngasih nama juga konsumennya. If you don’t brand your self, somebody else will brand you,” terangnya. ( Baca juga:Pertama di Dunia, Bayi Lelaki Terlahir dengan Tiga Penis )
Dia menjelaskan untuk cara membangun brand terdiri atas tiga tahap. Pertama melakukan promosi. Kedua memastikan pembeli tahu kalau beli akan dapat apa dan ketiga, branding-nya adalah pembeli itu jadi siapa ketika membeli produk.
"Produk itu bukan sekadar produk tetapi lebih dari sekadar produk. Sebab brand itu menciptakan sustainabilitas atau jangka panjang. Serta brand adalah jaminan pendapatan di masa depan atau future income," imbuhnya.
Menurutnya, kelemahan UMKM adalah tidak mencantumkan merek dagangnya. Bukti lemahnya kesadaran merek sering terjadi pada merek kuliner ternama seperti Gudeg Yu Djum dan Bebek Haji Slamet. ”Yang ngasih nama Yu Djum itu adalah konsumennya karena ketika mulai jualan 40 tahun lalu, Yu Djum tidak kasih nama. Begitu juga Bebek Slamet yang Pak Slametnya sudah almarhum. itu yang ngasih nama juga konsumennya. If you don’t brand your self, somebody else will brand you,” terangnya. ( Baca juga:Pertama di Dunia, Bayi Lelaki Terlahir dengan Tiga Penis )
Dia menjelaskan untuk cara membangun brand terdiri atas tiga tahap. Pertama melakukan promosi. Kedua memastikan pembeli tahu kalau beli akan dapat apa dan ketiga, branding-nya adalah pembeli itu jadi siapa ketika membeli produk.
"Produk itu bukan sekadar produk tetapi lebih dari sekadar produk. Sebab brand itu menciptakan sustainabilitas atau jangka panjang. Serta brand adalah jaminan pendapatan di masa depan atau future income," imbuhnya.
(uka)
Lihat Juga :