Urban Farming, Bertani di Lahan Mini Solusi Ketahanan Pangan

Senin, 05 April 2021 - 05:34 WIB
loading...
Urban Farming, Bertani...
Urban farming semakin digemari masyarakat perkotaan. FOTO/SINDO/ASTRA BONARDO
A A A
JAKARTA - Setiap kali naik ke atap rumahnya, Dewi Pury, 32, seolah terpompa semangatnya. Dedaunan hijau dari beragam sayuran yang dia tanam membuat hatinya selalu berbunga. Tak harus ke mal atau tempat hiburan, di roof top inilah, dia menemukan kebahagiaan tak terkira.

Kendati sehari-hari sebagai ibu rumah tangga, tugas Dewi nyaris tiada henti. Rutinitas mengurus suami, dua anak, dan seabrek kebutuhan domestik, membuat Dewi akhirnya memilih berkebun sebagai jeda sekaligus me time-nya. Di sela keletihan dan kejenuhan mengurusi rumah, Dewi memanfaatkan waktunya untuk menanam, menyirami atau panen aneka sayuran yang tertanam di atas rumahnya.

Roof top itu tak luas. Hanya sekitar 30 meter persegi. Sedianya, atap rumah itu akan dibangun kamar untuk lantai dua. Namun karena belum terwujud, Dewi mengubahnya menjadi ladang cocok tanam. Di lahan sempit ini, puluhan ukuran pot berjajar. Pipa-pipa hidroponik, polybag, dan daun-daun yang menjalar di dinding tampak jelas memenuhi atap tersebut. “inilah kebun mini di atap rumah saya,” ujar Dewi yang tinggal di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Dia atap hunian mungilnya itu, berbagai tanaman tersedia. Kacang panjang, terong, cabe rawit, paprika, stroberi, belimbing wuluh, telang, kipait, pepaya Jepang, elegant feather, pegagan, basil, bidara, tersedia semua. Tidak ketinggalan, berbagai tanaman hias cantik seperti bunga vinca pink, putih, ungu, merah, mawar, aglonema, caladium, cocor bebek, lidah buaya, krokot merah, sirih gading, syngonium dan lidah mertua, juga ada.

Lantaran memiliki banyak sayuran produk sendiri, Dewi pun menjadi jarang berbelanja. Bahkan sejumlah bumbu dapur sudah bisa dipasok dari kebun mininya itu. "Jadi jarang ke tukang sayur dan sedikit lebih hemat karena masih dalam skala kecil,” katanya.

Baca juga: Aktifkan Urban Farming, Pemkot Jakut Ajak Masyarakat Ikut dalam Ketahanan Pangan

Dari hobinya inilah, dia juga semakin yakin dengan apa yang dimakan karena jauh dari bahan kimia. “Pupuk kompos terkadang saya buat sendiri dari sisa makanan atau kulit buah," jelas Dewi yang kerap berbagi ilmu dengan sesama ibu rumah tangga.

Pertanian urban (urban farming) sepertiyang dilakoni Dewi kini tengah digandrungi masyarakat. Aktivitas ini makin populer di masa pandemi Covid-19. Selain menyehatkan dan mengurangi stres, urban farming juga membuat lingkungan lebih hijau, udara bersih, dan produk yang dihasilkan bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Geliat dan antusiasme para urban farmer bisa dilihat di banyak kota di Indonesia, salah satunya Jakarta. Warga Ibu Kota yang menekuni aktivitas bertani ini meningkat di masa pandemi. Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mencatat, pegiat urban farming pada 2020 lalu sudah mencapai 17.825 orang. “Ada kenaikan 5% jika dibandingkan jumlah pegiat urban farming pada 2019 lalu,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas KPKP Suharini Eliawati kepada KORAN SINDO, Sabtu (3/4).

Baca juga: Sulap Kawasan Hijau, Warga Pegangsaan Dua Ciptakan Urban Farming di Permukiman

Minat besar warga Jakarta menekuni urban farming juga terlihat dari tingginya permintaan bibit tanaman. Suharini mengatakan, sejak April 2020 lalu Dinas KPKP DKI Jakarta berupaya memenuhi permintaan bibit tersebut dengan menyalurkannya lewat jasa transportasi online. “Syaratnya hanya ber-KTP DKI, kami kasih bibitnya. Kawan-kawan pegiat urban farming cukup di rumah saja, bibit akan sampai. Semua layanan kami gratis,” ujarnya.

Di gedung-gedung tinggi di Jakarta pun kini cukup mudah menjumpai kebun dengan aneka tanaman khas urban farming. Sebagian memanfaatkan ruang kosong di dalam gedung, sebagian lagi menggunakan roof top atau atap gedung. Konsepnya ada yang berupa green roof garden, balcony garden,terrace garden, atau window garden.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Rekomendasi
Di Forum Dialog 194...
Di Forum Dialog 194 Negara, Menkum Supratman Dorong Tata Kelola Royalti untuk Musik dan Jurnalistik
Polri Usut Dugaan Korupsi...
Polri Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Pasokan Batu Bara yang Bikin Pemadaman Listrik Bergilir
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
Berita Terkini
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved