Gubernur BI: Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah Meluncur Pekan Ini

Senin, 05 April 2021 - 09:44 WIB
loading...
Gubernur BI: Tim Percepatan...
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menerangkan, pekan ini kami targetkan akan meluncurkan Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah dan banyak sinergi lainnya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo membuka Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021 dengan mengangkat tema besar Bersinergi dalam Akselerasi Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan Indonesia. Dia optimistis dengan sinergi dan percepatan digitalisasi perekonomian nasional akan dapat menumbuhkan volume transaksi digital.

Baca Juga: Dorong Transaksi Digital, Bank Indonesia-Pemkab Tuban Bentuk TP2DD

Diprediksi transaksi e-commerce akan tumbuh dari Rp253 Triliun pada 2020 menjadi Rp337 Triliun pada 2021 atau naik 33%, lalu uang elektronik naik dari Rp201 Triliun di 2020 menjadi Rp266 Triliun di 2021 atau tumbuh 32%. Sementara digital banking naik 19% dari Rp27 ribu triliun pada 2020 menjadi Rp32,2 ribu Triliun di 2021.

"Pekan ini kami targetkan akan meluncurkan Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah dan banyak sinergi lainnya. Semua ini dipimpin langsung oleh Menko Perekonomian karena melibatkan banyak Kementerian lembaga dan berbagai industri," ujar Perry saat membuka FEKDI 2021 secara live streaming di Jakarta.

FEKDI digelar demi meningkatkan penguatan sinergi antara Kementerian/Lembaga, Otoritas dan pelaku industri di bidang ekonomi dan keuangan digital (EKD), mendorong pengembangan inovasi dan pemanfaatan teknologi serta meningkatkan pemahaman bagi masyarakat, untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional, Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Dia menjelaskan, revolusi digital dalam satu dasawarsa terakhir telah mentransformasi secara singkat perilaku transaksi agen ekonomi. Perubahan ini pun semakin terakselerasi sebagai dampak penerapan batasan sosial akibat pandemi Covid-19.

Pola konsumsi juga bergeser ke belanja dalam platform digital dan menuntut metode pembayaran yang serba mobile, cepat, dan pada saat yang sama tetap aman.

"Hubungan industrial antar pelaku beralih ke pola yang semakin modular dan melahirkan model bisnis baru. Platform digital berdimensi global semakin memudarkan sekat-sekat yurisdiksi (borderless) dan mengurangi kedaulatan ekonomi nasional," katanya.

Inovasi teknologi merupakan solusi agnostik yang dapat mengintegrasikan layanan keuangan dengan fleksibilitas dan kenyamanan. Jangkauan akses ke dunia keuangan pun semakin universal tanpa memandang batasan gender, usia, maupun hambatan geografis.

Pada gilirannya, digitalisasi dapat membuka lebar pintu peluang inklusi ekonomi dan keuangan bagi seluruh masyarakat, termasuk segmen masyarakat unbanked dan UMKM di Indonesia yang hingga kini masih mencapai 51%.

Baca Juga: Dahsyat! Transaksi Digital Indonesia Diperkirakan Capai Rp1.736 Triliun di 2025

Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah dan regulator perlu proaktif mendorong pengembangan dan perluasan ekosistem ekonomi dan keuangan digital serta mendorong inovasi dan teknologi karena mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan inklusivitas sekaligus mempercepat upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Namun demikian, di sisi lain pemerintah dan regulator juga perlu waspada akan tantangan dan risiko yang mengiringi kehadiran inovasi dan perkembangan teknologi tersebut. "Untuk itu, pendekatan yang berimbang (striking the right balance) antara mendorong inovasi dan memitigasi risiko perlu dilakukan dengan seksama dan dalam takaran yang tepat," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Rebranding Inhealth,...
Rebranding Inhealth, Strategi Perkuat Layanan dan Digitalisasi
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
Teknologi Digital, AI,...
Teknologi Digital, AI, dan Konektivitas Global Lahirkan Ekosistem Gig Economy
APTISI Siapkan Ekosistem...
APTISI Siapkan Ekosistem Kampus Digital untuk Tingkatkan APK Pendidikan Tinggi
Hari Buruh, Nurul Arifin...
Hari Buruh, Nurul Arifin Dorong Transformasi Pekerja Indonesia Hadapi Era AI dan Digitalisasi
Rekomendasi
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Video Latihan Lisa BLACKPINK...
Video Latihan Lisa BLACKPINK di Piala Dunia 2026 Viral, Bikin Fans Tak Sabar
Demo Kenaikan Harga...
Demo Kenaikan Harga Pertamax, Aktivis 98: Ada Pergeseran Orientasi Mahasiswa
Berita Terkini
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved