Dahsyat! Transaksi Digital Indonesia Diperkirakan Capai Rp1.736 Triliun di 2025
Jum'at, 12 Maret 2021 - 15:51 WIB
loading...
Transaksi digital di dalam negeri diperkirakan terus meningkat di masa depan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebut potensi transaksi digital di Indonesia begitu besar. Berdasarkan data, transaksi digital di Indonesia pada 2020 setara dengan 44% dari total transaksi digital di Asia Tenggara.
Bahkan menurut Wapres, angka tersebut masih akan terus meningkat hingga tahun 2025. Tak tanggung-tanggung, angka USD44 miliar di 2020, transaksi digital di Indonesia diprekirakan melonjak menjadi USD124 miliar atau sekira Rp1.736 triliun di 2025.
Baca Juga: Tumbuh Positif, Transaksi Digital Banking Makin Digemari
"Di Indonesia sendiri transaksi digital pada tahun 2020 mencapai USD44 miliar atau setara 44% dari transaksi digital di Asia Tenggara. Diperkirakan akan terus meningkat menjadi USD124 miliar pada 2025," ujarnya dalam acara Webinar Forum Nasional Keuangan Syariah, Jumat (12/3/2021).
Dari angka tersebut, transaksi terbesar berasal dari jual beli di platfom e-commerce. Kemudian di susul dengan layanan transportasi, penjualan makanan hingga layanan travel online.
"Transaksi terbesar berasal dari sektor e-commerce selanjutnya layanan transportasi, penjualan makanan, media online dan layanan travel online," jelasnya.
Baca Juga: Banjir Seller China di E-Commerce Kita, RI Sasaran Empuk Pasar Digital
Bahkan menurut Wapres, angka tersebut masih akan terus meningkat hingga tahun 2025. Tak tanggung-tanggung, angka USD44 miliar di 2020, transaksi digital di Indonesia diprekirakan melonjak menjadi USD124 miliar atau sekira Rp1.736 triliun di 2025.
Baca Juga: Tumbuh Positif, Transaksi Digital Banking Makin Digemari
"Di Indonesia sendiri transaksi digital pada tahun 2020 mencapai USD44 miliar atau setara 44% dari transaksi digital di Asia Tenggara. Diperkirakan akan terus meningkat menjadi USD124 miliar pada 2025," ujarnya dalam acara Webinar Forum Nasional Keuangan Syariah, Jumat (12/3/2021).
Dari angka tersebut, transaksi terbesar berasal dari jual beli di platfom e-commerce. Kemudian di susul dengan layanan transportasi, penjualan makanan hingga layanan travel online.
"Transaksi terbesar berasal dari sektor e-commerce selanjutnya layanan transportasi, penjualan makanan, media online dan layanan travel online," jelasnya.
Baca Juga: Banjir Seller China di E-Commerce Kita, RI Sasaran Empuk Pasar Digital
Lihat Juga :