OJK Ungkap Berbagai Tantang Ekonomi Syariah di Indonesia
Selasa, 06 April 2021 - 12:01 WIB
loading...
Guna memaksimalkan potensi ekonomi dan keuangan syariah yang ada, OJK membeberkan terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi ke depannya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah . Diketahui, Indonesia sebagai negara kepulauan lebih dari 87% populasi atau setara dengan 230 juta penduduk Indonesia adalah umat Islam.
Baca Juga: Perbankan Syariah Tumbuh Positif di Tengah Pandemi, OJK: Ini Menggembirakan
Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ), Djustini Septiana menuturkan, pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia itu tinggi. Di mana, pada tahun 2019 tercatat sebesar 5,72% dan berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) 2019 sebesar 5,02%.
“ Industri halal Indonesia semakin meningkat. Ditunjukkan dengan nilai perdagangan industri halal di tahun 2020 telah mencapai USD 3 miliar dengan tren yang meningkat,” tuturnya dalam acara IDX Channel Sharia Fair 2021 Sesi III, Selasa (6/4/2021).
Dia menjelaskan, untuk memaksimalkan potensi yang ada terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi ke depannya. Di antaranya, keuangan syariah belum sepenuhnya terintegrasi dengan ekosistem industri halal.
Baca Juga: Perbankan Syariah Tumbuh Positif di Tengah Pandemi, OJK: Ini Menggembirakan
Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ), Djustini Septiana menuturkan, pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia itu tinggi. Di mana, pada tahun 2019 tercatat sebesar 5,72% dan berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) 2019 sebesar 5,02%.
“ Industri halal Indonesia semakin meningkat. Ditunjukkan dengan nilai perdagangan industri halal di tahun 2020 telah mencapai USD 3 miliar dengan tren yang meningkat,” tuturnya dalam acara IDX Channel Sharia Fair 2021 Sesi III, Selasa (6/4/2021).
Dia menjelaskan, untuk memaksimalkan potensi yang ada terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi ke depannya. Di antaranya, keuangan syariah belum sepenuhnya terintegrasi dengan ekosistem industri halal.
Lihat Juga :