Menteri Teten Masduki Beberkan Empat Agenda buat UMKM

loading...
Menteri Teten Masduki Beberkan Empat Agenda buat UMKM
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan bahwa sektor pangan merupakan keunggulan bangsa Indonesia. Tidak saja di darat, di laut lebih luas lagi potensi yang belum tergarap. Baik itu dari sisi pariwisata bahari, sumber daya pangan perikanan, hingga kekayaan budaya dan ilmu pengetahuan yang ada di dalamnya. ( Baca juga:Batas Pinjaman KUR Dinaikkan, Menteri Teten: Biar UMKM Cepat Naik Kelas )

"Karenanya kami akan bersinergi untuk mengembangkan eduwisata agro-maritim. Ini sejalan dengan prioritas Kementerian Koperasi dan UKM , yakni mengembangkan sektor produktif (pertanian, peternakan, dan perikanan) yang menjadi basis gerakan ekonomi rakyat," jelas Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada acara Rakorbid Pariwisata Tingkat Nasional bertema Peningkatan Kapasitas UKM sebagai Pelaku Eduwisata Agro di Destinasi Pariwisata, secara daring di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Bahkan, Teten mengakui, pengembangan tersebut sesuai arahan Presiden Jokowi, yakni melalui korporatisasi pertanian dan perikanan berbasis koperasi.

Menurut Teten, setidaknya ada empat agenda pokok yang terus dijalankan pemerintah untuk memastikan struktur ekonomi nasional semakin berkeadilan. Pertama, membuka akses UMKM terhadap lahan.

"Ini dilakukan melalui program Perhutanan Sosial seluas 12,7 hektare dan juga program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Kami di KemenkopUKM mendorong pengembangan kelembagaan ekonomi para penerima Perhutanan Sosial," imbuhnya.



Kedua, peningkatan akses UMKM terhadap pembiayaan. "Alhamdulillah, baru saja Presiden memberikan arahan kepada kami untuk meningkatkan porsi kredit perbankan dari selama ini 20% menjadi 30% di 2024," kata Teten.

Begitu juga KUR tanpa agunan yang selama ini sampai Rp50 juta menjadi sampai Rp100 juta, serta plafon maksimum yang sebelumnya Rp500 juta naik menjadi Rp20 miliar. "Peluang ini harus dinikmati UMKM untuk naik kelas," tandas Teten.

Ketiga, lanjut Teten, peningkatan akses SDM UMKM terhadap inovasi dan teknologi. "Ini tengah kami perkuat dengan membangun kemitraan UMKM ke dalam rantai nilai BUMN dan industri," ucap Teten.

Hal itu penting agar tumbuhnya industri dan BUMN sejalan dengan tumbuhnya UMKM. "Dengan begitu, setiap peningkatan ekspor produk kita langsung dirasakan manfaat ekonominya kepada UMKM kita," ulas Teten.

Teten pun mencontohkan Jepang, ketika mereka menetapkan industri otomotis dan elektronik sebagai prioritas. Sehingga, UMKM-nya diberikan akses untuk menyiapkan sparepart maupun komponen pendukung bagi industri tersebut. ( Baca juga:Mediasi David Tobing-Raffi Ahmad Gagal, Kenapa? )



Keempat, lanjut Teten, tidak kalah penting adalah akses terhadap pasar. UU Cipta Kerja telah memberi alokasi 40% dari belanja pemerintah untuk menyerap produk-produk UMKM. "Ini sangat diperlukan, terlebih di tengah kelesuan pasar akibat pandemi Covid-19," tukas Teten.

Menurut dia semua ini ditujukan untuk menaikkelaskan UMKM Indonesia. "Termasuk mendukung pengembangan UMKM yang bergerak pada Eduwisata Agro-Maritim," pungkasnya.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top