Beragam Upaya Membantu UMKM Bangkit di Masa Pandemi
Senin, 12 April 2021 - 17:59 WIB
loading...
Pemerintah memberikan berbagai bantuan agar UMKM tetap bertahan. Ini karena kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto sangat besar sekitar 60%. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pandemi covid-19 yang sudah melanda sekitar setahun belakangan memengaruhi banyak kalangan, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah pun memberikan berbagai bantuan agar UMKM tetap bertahan. Ini karena kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto sangat besar sekitar 60%.
Salah satu bentuk bantuan pemerintah disalurkan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ( LPDB-KUMKM ) Kementerian Koperasi dan UKM. Sepanjang 2020, LPDB-KUMKM menyalurkan pembiayaan dari program Pemulihan Ekonomi Nasional sebesar Rp1,2 triliun.
“Pembiayaan itu diserap keseluruhan oleh 100 koperasi di seluruh Indonesia,” ungkap Kepala Subdivisi Bisnis LPDB-KUMKM, Satria Septiawan saat webinar jagatbisnis.com yang bertema Tren Sajian Idul Fitri 2021 dan Strategi Berbisnis di Bulan Ramadan Bersama UMKM, di Hotel Aston Simatupang, Jakarta.
Baca Juga: Kawasan Industri Halal Harus Berkolaborasi dengan UMKM Sekitar
Satria menjelaskan, lebih jauh bahwa kredit macet (nonperforming loan/NPL) terbilang kecil sekitar 1,24%. Salah satu penyebabnya yaitu bunga yang diberikan lebih rendah ketimbang biasanya. Bunga pinjaman bagi koperasi lewat PEN hanya dikenakan sebesar 3%. Di luar PEN, bunga LPDB-KUMKM biasanya sekitar 5%-7%.
Pada triwulan I tahun ini, pihaknya masih menyalurkan pinjaman melalui PEN sebesar Rp487 miliar. Ke depan, lanjutnya, LPDB tidak hanya menjadi penyalur tapi juga melakukan pendampingan dan inkubator sehingga menghasilkan koperasi dan UMKM yang lebih berkualitas.
Salah satu bentuk bantuan pemerintah disalurkan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ( LPDB-KUMKM ) Kementerian Koperasi dan UKM. Sepanjang 2020, LPDB-KUMKM menyalurkan pembiayaan dari program Pemulihan Ekonomi Nasional sebesar Rp1,2 triliun.
“Pembiayaan itu diserap keseluruhan oleh 100 koperasi di seluruh Indonesia,” ungkap Kepala Subdivisi Bisnis LPDB-KUMKM, Satria Septiawan saat webinar jagatbisnis.com yang bertema Tren Sajian Idul Fitri 2021 dan Strategi Berbisnis di Bulan Ramadan Bersama UMKM, di Hotel Aston Simatupang, Jakarta.
Baca Juga: Kawasan Industri Halal Harus Berkolaborasi dengan UMKM Sekitar
Satria menjelaskan, lebih jauh bahwa kredit macet (nonperforming loan/NPL) terbilang kecil sekitar 1,24%. Salah satu penyebabnya yaitu bunga yang diberikan lebih rendah ketimbang biasanya. Bunga pinjaman bagi koperasi lewat PEN hanya dikenakan sebesar 3%. Di luar PEN, bunga LPDB-KUMKM biasanya sekitar 5%-7%.
Pada triwulan I tahun ini, pihaknya masih menyalurkan pinjaman melalui PEN sebesar Rp487 miliar. Ke depan, lanjutnya, LPDB tidak hanya menjadi penyalur tapi juga melakukan pendampingan dan inkubator sehingga menghasilkan koperasi dan UMKM yang lebih berkualitas.
Lihat Juga :