Amankan Ketersedian Pangan, Kementan Intervensi Distribusi dan Stok
Selasa, 13 April 2021 - 13:47 WIB
loading...
Kementan terus melakukan penjagaan stabilitas harga bahan pokok pada bulan puasa dan hari raya lebaran 2021. (Foto/Dok. Sindonews)
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan penjagaan stabilitas harga bahan pangan pokok pada bulan puasa dan hari raya lebaran 2021. Penjagaan ini dilakukan supaya masyarakat tetap khusyuk menjalankan ibadan suci ramadan tanpa adanya gangguan mengenai gejolak harga.
Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi mengatakan pemerintah sudah melakukan penjagaan tersebut sejak beberapa bulan sebelumnya. Di antaranya melakukan monitoring pada setiap daerah defisit dengan menggunakan Sistem Monitoring Stok (Simontok).
(Baca juga:Pasokan Aman, Begini Cara Anies Antisipasi Lonjakan Harga Pangan di Jakarta Jelang Ramadhan)
“Bahkan peta Simontok ini mampu memantau kondisi harga dan kebutuhan bahan pokok di daerah terpencil. Dengan begitu, kami bisa melakukan intervensi dari daerah surplus ke daerah defisit. Bahkan Simontok ini bisa menjamin pasokan dan distribusi,” ujar Agung, Selasa (12/4/2021).
Agung mengatakan, pemantauan sistem intervensi ini dilakukan secara rutin, yakni seminggu sekali. Dari sana, Kementan melalui Badan Ketahanan Pangan terus mengumpulkan informasi dan laporan dari semua Kepala Dinas Pertanian dan Perdagangan di seluruh Indonesia.
(Baca juga:Tiga Fase Naiknya Harga Pangan Selama Puasa dan Lebaran)
Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi mengatakan pemerintah sudah melakukan penjagaan tersebut sejak beberapa bulan sebelumnya. Di antaranya melakukan monitoring pada setiap daerah defisit dengan menggunakan Sistem Monitoring Stok (Simontok).
(Baca juga:Pasokan Aman, Begini Cara Anies Antisipasi Lonjakan Harga Pangan di Jakarta Jelang Ramadhan)
“Bahkan peta Simontok ini mampu memantau kondisi harga dan kebutuhan bahan pokok di daerah terpencil. Dengan begitu, kami bisa melakukan intervensi dari daerah surplus ke daerah defisit. Bahkan Simontok ini bisa menjamin pasokan dan distribusi,” ujar Agung, Selasa (12/4/2021).
Agung mengatakan, pemantauan sistem intervensi ini dilakukan secara rutin, yakni seminggu sekali. Dari sana, Kementan melalui Badan Ketahanan Pangan terus mengumpulkan informasi dan laporan dari semua Kepala Dinas Pertanian dan Perdagangan di seluruh Indonesia.
(Baca juga:Tiga Fase Naiknya Harga Pangan Selama Puasa dan Lebaran)
Lihat Juga :