Kilang Dumai Unit II Sukses Produksi Pertamax, Ketahanan BBM Makin Andal
Kamis, 15 April 2021 - 16:33 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, tambah Mamit, digitalisasi untuk SPBU yang bisa menggunakan aplikasi Mypertamina juga harus semakin ditingkatkan. Karena pastinya akan mengerek kinerja Pertamina sektor hilir mengingat BBM RON tinggi terutama Pertamax ke atas merupakan BBM yang tidak di atur harganya oleh Pemerintah secara langsung. "Harga Pertamax memang mengikuti trend harga minyak dunia," ujarnya.
Baca Juga: Meledak di Kargo Pesawat, Garuda Indonesia Stop Pengiriman HP Vivo
Sementara itu, pengamat ekonomi energi UGM Fahmi Radhi mengatakan, untuk hasilkan Pertamax dan BBM Euro-4, Pertamina harus melakukan upgrading di kilang yang ada. Bahkan jika perlu bangun kilang baru. Sebagai kilang yang sudah berumur, RU Dumai kata Fahmi sebenarnya di desain tidak untuk hasilkan Pertamax dan Euro-4. Kalau pun mampu produksi, kapasitas produksinya memang cukup terbatas. Karena itu dalam jangka panjang Pertamina tetap perlu membangun kilang baru. "Seperti yang direncanakan di Cilacap, Bontang dan Tuban, perlu terus didorong supaya terwujud," katanya.
Sebagai informasi tambahan, RU II Dumai selanjutnya akan melakukan produksi kedua sebanyak 45.000 barel yang direncanakan pada tanggal 25 hingga 26 April 2021.
Baca Juga: Meledak di Kargo Pesawat, Garuda Indonesia Stop Pengiriman HP Vivo
Sementara itu, pengamat ekonomi energi UGM Fahmi Radhi mengatakan, untuk hasilkan Pertamax dan BBM Euro-4, Pertamina harus melakukan upgrading di kilang yang ada. Bahkan jika perlu bangun kilang baru. Sebagai kilang yang sudah berumur, RU Dumai kata Fahmi sebenarnya di desain tidak untuk hasilkan Pertamax dan Euro-4. Kalau pun mampu produksi, kapasitas produksinya memang cukup terbatas. Karena itu dalam jangka panjang Pertamina tetap perlu membangun kilang baru. "Seperti yang direncanakan di Cilacap, Bontang dan Tuban, perlu terus didorong supaya terwujud," katanya.
Sebagai informasi tambahan, RU II Dumai selanjutnya akan melakukan produksi kedua sebanyak 45.000 barel yang direncanakan pada tanggal 25 hingga 26 April 2021.
(nng)
Lihat Juga :