Negara Lain Babak Belur, Erdogan Bawa Ekonomi Turki Melesat Bareng China

Rabu, 21 April 2021 - 17:16 WIB
loading...
Negara Lain Babak Belur,...
Ilustrasi. FOTO/AP
A A A
ISTANBUL - Pertumbuhan ekonomi Turki kuartal pertama 2021 diproyeksikan mencapai 5% naik dua kali lipat pada April-Juni. Hal itu dikatakan Menteri Keuangan Turki Lutfi Elvan baru-baru ini.

"Melihat leading indicator pada kuartal pertama, kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Turki sekitar 5%. Pada kuartal kedua, akan ada pertumbuhan dua digit dengan efek dasar," ujar Lutfi Elvan seperti dilansir Daily Sabah, Rabu (21/4/2021).

Baca Juga: Tesla Tewaskan 2 Orang, Harta Elon Musk Ikut Amblas Rp81 Triliun dalam Semalam

Menurut dia tahun ini optimistis pertumbuhan ekonomi Turki akan jauh lebih baik. Di samping itu pihaknya juga memastikan stabilitas keuangan dialkukan dengan pendekatan terkontrol dan moderat. Turki adalah salah satu negara yang menghindari kontraksi ekonomi akibat dampak virus corona tahun lalu dan satu-satunya negara bersama dengan China yang telah mencatat pertumbuhan di antara anggota G-20. Rinciannta, PDB Turki tumbuh 5,9% pada kuartal empat dan 1,8% pada 2020 secara keseluruhan. Ini berkontraksi sekitar 10% pada kuartal kedua tetapi pulih berkat lonjakan pinjaman bank negara di paruh kedua tahun ini.

Elvan mengatakan ekspansi kredit pada kuartal kedua menyebabkan kebangkitan permintaan domestik. Namun demikian mencatat terjadinya penurunan keseimbangan eksternal dan inflasi. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Turki akan melonjak menjadi 14,9% pada kuartal kedua 2021. Sesuai hasil surveri, pertumbuhan diperkirakan mencapai 4,8% pada 2021 dan 3,7% pada 2022 Elvan melihat tahun ini vitalitas di industri terus berlanjut, juga menekankan potensi ekspor yang besar.

Baca Juga: Tawarkan Dukungan, Erdogan Serukan Diakhirinya Ketegangan di Ukraina

Siring terjadinya pertumbuhan ekonomi positif, inflasi diperkirakan masih menjadi isu utama perekonomian. Elvan mengatakan itu adalah salah satu prioritas utama kebijakan ekonomi pemerintah. "Kami perlu melihat inflasi dari perspektif holistik, tidak mungkin bagi kami menyelesaikan inflasi hanya dengan kebijakan moneter," kata dia.

Inflasi tahunan naik lebih tinggi di bulan Maret menjadi di atas 16%, menandakan kebutuhan untuk mempertahankan kebijakan moneter smekain ketat, sementara harga produsen melonjak melebihi 31%. Bank Sentral Republik Turki (CBRT) memperkirakan inflasi turun menjadi 9,4% pada akhir tahun dan telah menjanjikan kebijakan ketat hingga mencapai target 5% pada 2023. Inflasi diperkirakan akan mencapai puncaknya setinggi 18% di bulan April.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Rekomendasi
Raffi Ahmad Buka Suara...
Raffi Ahmad Buka Suara soal Kasus Blueray, Tegaskan Tak Pernah Terima Barang Gratis
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Pangdam Mandala Trikora...
Pangdam Mandala Trikora Mayjen Frits Tepis TNI Berangkatkan Mama Sinta ke Jakarta
Berita Terkini
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Infografis
3 Negara Mayoritas Islam...
3 Negara Mayoritas Islam Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved