Dulu Pengasong, Kini Miliki 70 Outlet Ayam Goreng Nelongso
Rabu, 21 April 2021 - 23:59 WIB
loading...
A
A
A
Nanang kemudian bekerja serabutan diawali menjadi asongan koran dan pengepul besi tua. Hingga kemudian usahanya lancar dan membuatnya menjadi seorang pengekspor biji plastik.
“Semua itu saya lakukan karena tekad awalnya, jadi keadaan orangtua saya tidak mampu namun saya tetap ngotot untuk kuliah. Padahal kedua orangtua saya tidak mau membiayai kuliah saya. Akhirnya daripada tidak jadi sarjana saya kerja serabutan demi bisa membiayai kuliah,” ungkap Nanang, pemilik akun IG @nanang_anakbaik yang saat ini mempunyai dua gelar sarjana dari universitas yang berbeda.
Pasang surut usaha juga dialaminya, hingga bisnis biji plastik yang dijalankan merugi dan gulung tikar, lalu tanpa putus asa dan penuh semangat, Nanang memulai terjun ke bisnis kuliner. Dirinya mengatakan bahwa bisnis kuliner dijalani karena sudah tidak ada modal dan pilihan lain, “Bisnis ekspor biji plastik saya bangkrut dan hanya menyisakan uang Rp 500.000. Lalu bisa sampai ke bisnis kuliner ini ya karena sudah tidak ada pilihan bisnis lagi,” ujarnya.
Kini Rumah makan “Nelongso” yang dimilikinya saat ini sangat maju pesat dan banyak pelanggan. Nama “Nelongso” dalam bahasa jawa, yang dalam bahasa Indonesia Nelangsa dipilihnya karena mencerminkan kehidupannya yang nelongso atau menyedihkan selama membangun bisnis ini.
“Rumah makan ini simpel tidak ribet. Nelongso hadir ya hadir aja, karena saya tidak bisa masak makanya saya cuma jual lalapan ayam sama sambal. Yang kedua konsep rumah makan ini saya bikin murah karena saya menyasar mahasiswa-mahasiswa yang suka makan murah namun tidak murahan,” terang pria kelahiran Probolinggo 34 tahun lalu ini.
“Semua itu saya lakukan karena tekad awalnya, jadi keadaan orangtua saya tidak mampu namun saya tetap ngotot untuk kuliah. Padahal kedua orangtua saya tidak mau membiayai kuliah saya. Akhirnya daripada tidak jadi sarjana saya kerja serabutan demi bisa membiayai kuliah,” ungkap Nanang, pemilik akun IG @nanang_anakbaik yang saat ini mempunyai dua gelar sarjana dari universitas yang berbeda.
Pasang surut usaha juga dialaminya, hingga bisnis biji plastik yang dijalankan merugi dan gulung tikar, lalu tanpa putus asa dan penuh semangat, Nanang memulai terjun ke bisnis kuliner. Dirinya mengatakan bahwa bisnis kuliner dijalani karena sudah tidak ada modal dan pilihan lain, “Bisnis ekspor biji plastik saya bangkrut dan hanya menyisakan uang Rp 500.000. Lalu bisa sampai ke bisnis kuliner ini ya karena sudah tidak ada pilihan bisnis lagi,” ujarnya.
Kini Rumah makan “Nelongso” yang dimilikinya saat ini sangat maju pesat dan banyak pelanggan. Nama “Nelongso” dalam bahasa jawa, yang dalam bahasa Indonesia Nelangsa dipilihnya karena mencerminkan kehidupannya yang nelongso atau menyedihkan selama membangun bisnis ini.
“Rumah makan ini simpel tidak ribet. Nelongso hadir ya hadir aja, karena saya tidak bisa masak makanya saya cuma jual lalapan ayam sama sambal. Yang kedua konsep rumah makan ini saya bikin murah karena saya menyasar mahasiswa-mahasiswa yang suka makan murah namun tidak murahan,” terang pria kelahiran Probolinggo 34 tahun lalu ini.
Lihat Juga :