Baca Peluang Ekspor, Para Pelaku UMKM Bisa Mengikuti Cara Ini
Sabtu, 24 April 2021 - 20:13 WIB
loading...
A
A
A
"Lalu untuk pelaku usaha yang omzetnya turun sampai 25% jumlahnya 16%. Untuk UMKM yang justru naik omzetnya itu ada sekitar 4,4%," sebut Eddy.
Eddy mengatakan, meski ada tantangan yang luar biasa akibat pandemi, Kadin masih melihat potensi besar bagi UMKM untuk bangkit. Yakni dengan menciptakan produk-produk berskala ekspor.
Cara agar bisa merambah pasar ekspor, UMKM perlu bersinergi dengan marketplace atau dengan memasarkan via digital. Karena di tengah pembatasan aktivitas sosial, saat ini pemasaran secara online menjadi primadona. Hal ini menjadi peluang yang sangat baik bagi pelaku usaha meningkatkan market sales-nya.
"Dari apa yang sudah kami lakukan ternyata UMKM bisa ekspor dengan jumlah tidak harus jumlah besar. Caranya dengan menggandeng marketplace yang kita letakkan di luar negeri. Mereka B to C atau C to C, kita harap dari sana ada sumber pembeli dari luar negeri sehingga volume (penjualan) diharapkan naik," pungkasnya.
Sementara Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), M Ikhsan Ingratubun mengungkapkan, potensi meningkatkan ekspor nasional masih sangat besar. Hanya kendala utama dari dunia usaha termasuk UMKM adalah keterbatasan infrastruktur seperti pergudangan di berbagai negara tujuan ekspor.
Menurut dia, gudang yang dibangun oleh pemerintah atau swasta di beberapa negara tujuan ekspor masih sangat terbatas. Hal ini mengakibatkan keterbatasan kemampuan ekspor produk Indonesia keluar negeri.
"Kenapa malah gudang di Indonesia yang diperbesar diperbanyak, ini justru bisa menciptakan peluang impor besar-besaran. Kita tidak punya infrastruktur memadai berupa gudang dingin atau kering di luar sana. Ini 'PR' pemerintah dan swasta untuk selesaikan masalah ekspor,” bebernya.
Eddy mengatakan, meski ada tantangan yang luar biasa akibat pandemi, Kadin masih melihat potensi besar bagi UMKM untuk bangkit. Yakni dengan menciptakan produk-produk berskala ekspor.
Cara agar bisa merambah pasar ekspor, UMKM perlu bersinergi dengan marketplace atau dengan memasarkan via digital. Karena di tengah pembatasan aktivitas sosial, saat ini pemasaran secara online menjadi primadona. Hal ini menjadi peluang yang sangat baik bagi pelaku usaha meningkatkan market sales-nya.
"Dari apa yang sudah kami lakukan ternyata UMKM bisa ekspor dengan jumlah tidak harus jumlah besar. Caranya dengan menggandeng marketplace yang kita letakkan di luar negeri. Mereka B to C atau C to C, kita harap dari sana ada sumber pembeli dari luar negeri sehingga volume (penjualan) diharapkan naik," pungkasnya.
Sementara Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), M Ikhsan Ingratubun mengungkapkan, potensi meningkatkan ekspor nasional masih sangat besar. Hanya kendala utama dari dunia usaha termasuk UMKM adalah keterbatasan infrastruktur seperti pergudangan di berbagai negara tujuan ekspor.
Menurut dia, gudang yang dibangun oleh pemerintah atau swasta di beberapa negara tujuan ekspor masih sangat terbatas. Hal ini mengakibatkan keterbatasan kemampuan ekspor produk Indonesia keluar negeri.
"Kenapa malah gudang di Indonesia yang diperbesar diperbanyak, ini justru bisa menciptakan peluang impor besar-besaran. Kita tidak punya infrastruktur memadai berupa gudang dingin atau kering di luar sana. Ini 'PR' pemerintah dan swasta untuk selesaikan masalah ekspor,” bebernya.
Lihat Juga :