Duet Maut Bambang Brodjonegoro dan Yenny Wahid di Bukalapak
Sabtu, 01 Mei 2021 - 07:59 WIB
loading...
Yenny Wahid, Bambang Brodjonegoro, dan Rachmat Kaimuddin. Foto/MichelleNatalia/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pada hari ini, Bukalapak telah menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) yang dihadiri oleh jajaran direksi dan pemegang saham. Dipimpin oleh CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin, selain memberikan paparan seputar kinerja Bukalapak sepanjang tahun 2020, rapat ini juga mengumumkan pengangkatan Bambang Brodjonegoro sebagai komisaris utama dan Yenny Wahid sebagai komisaris.
“Di tahun 2020, Bukalapak mencatat peningkatan empat juta pelapak dan mitra Bukalapak. Sehingga kini Bukalapak memiliki lebih dari 6,5 juta pelapak, 7 juta mitra Bukalapak, dan 100 juta pengguna yang 70% didominasi oleh pengguna di luar kota besar," ujar Rachmat di Jakarta, Jumat(30/4/2021).
Baca juga:Dukung Ketahanan Pangan, Produksi Sapi Berkualitas Terus Dipacu
Hal ini menunjukkan peran digitalisasi Bukalapak tidak hanya berpusat di kota kota besar, tetapi juga menjangkau seluruh daerah yang memiliki tantangan akses dan infrastruktur.
"Bukalapak terus melakukan pengembangan fitur dan layanan, baik pada platform marketplace ataupun O2O (online to offline), untuk menjawab kebutuhan di tengah masyarakat terlebih di situasi pandemi sekarang," tambahnya.
Sementara itu, menanggapi pengangkatannya sebagai komisaris utama, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan semangatnya untuk berkolaborasi bersama Bukalapak. Dia mengatakan bahwa inovasi dan teknologi menjadi faktor krusial yang harus diadopsi agar UMKM berkembang.
"Menjadi bagian dari keluarga besar Bukalapak yang berfokus untuk menciptakan akses pasar berbasis teknologi, diharapkan akan memberikan dampak yang lebih besar pada adopsi teknologi di UMKM serta inovasi yang mengarah pada transformasi digital dan penguatan UMKM," ucapnya.
“Di tahun 2020, Bukalapak mencatat peningkatan empat juta pelapak dan mitra Bukalapak. Sehingga kini Bukalapak memiliki lebih dari 6,5 juta pelapak, 7 juta mitra Bukalapak, dan 100 juta pengguna yang 70% didominasi oleh pengguna di luar kota besar," ujar Rachmat di Jakarta, Jumat(30/4/2021).
Baca juga:Dukung Ketahanan Pangan, Produksi Sapi Berkualitas Terus Dipacu
Hal ini menunjukkan peran digitalisasi Bukalapak tidak hanya berpusat di kota kota besar, tetapi juga menjangkau seluruh daerah yang memiliki tantangan akses dan infrastruktur.
"Bukalapak terus melakukan pengembangan fitur dan layanan, baik pada platform marketplace ataupun O2O (online to offline), untuk menjawab kebutuhan di tengah masyarakat terlebih di situasi pandemi sekarang," tambahnya.
Sementara itu, menanggapi pengangkatannya sebagai komisaris utama, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan semangatnya untuk berkolaborasi bersama Bukalapak. Dia mengatakan bahwa inovasi dan teknologi menjadi faktor krusial yang harus diadopsi agar UMKM berkembang.
"Menjadi bagian dari keluarga besar Bukalapak yang berfokus untuk menciptakan akses pasar berbasis teknologi, diharapkan akan memberikan dampak yang lebih besar pada adopsi teknologi di UMKM serta inovasi yang mengarah pada transformasi digital dan penguatan UMKM," ucapnya.
Lihat Juga :