Beban Turun, Laba PGN Meningkat 28% di Kuartal I/2021

loading...
Beban Turun, Laba PGN Meningkat 28% di Kuartal I/2021
PGN mencatatkan peningkatan laba bersih hingga 28% di kuartal I/2021. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN mencatatkan kenaikan laba bersih pada kuartal I/2021. Pada laporan keuangan per 31 Maret 2021, Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar USD61,57 juta atau lebih tinggi 28,87% dibanding 31 Maret 2020 sebesar USD47,77 juta.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan pendapatan neto sebesar USD733,15 juta atau turun 16,09% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD873,80 juta.

Baca Juga: PGN Optimalkan Gas Bumi Menuju Transisi Renewable Energy

Adapun pendapatan Perseroan terdiri atas niaga gas, transmisi gas, transportasi minyak, penjualan minyak dan gas neto, sewa fiber optik, pemrosesan gas dan pendapatan lain-lain.

Niaga gas tercatat sebesar USD596,34 juta atau lebih rendah dari sebelumnya USD693,47 juta; transmisi gas tercatat USD59,10 juta atau lebih rendah dari sebelumnya USD65 juta; transportasi minyak tercatat USD3,96 juta atau lebih rendah dari sebelumnya USD5,38 juta.



Kemudian, penjualan minyak dan gas neto tercatat USD47,09 juta atau lebih rendah dari sebelumnya USD76,09 juta; sewa fiber optik tercatat USD4,28 juta atau lebih tinggi dari sebelumnya USD4,16 juta; pemrosesan gas tercatat USD21 juta atau lebih rendah dari sebelumnya USD25,42 juta; pendapatan lain-lain tercatat USD1,35 juta atau lebih rendah dari sebelumnya USD4,25 juta.

Baca Juga: Tangis Pecah di Tasikmalaya, Ribuan Santri Pesantren Idrisiyyah Pulang Kampung

Pendapatan neto dari pelanggan yang melebihi 10% dari jumlah neto konsolidasian adalah pendapatan dari PT PLN (Persero), entitas berelasi dengan pemerintah, masing-masing sebesar USD129,83 juta atau 17,71% dan USD91,66 juta atau 10,49%.

PGAS mencatatkan adanya penurunan beban pokok pendapatan di kuartal I/2021 menjadi USD531,66 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya USD586,75 juta, beban niaga dan infrastruktur juga mengalami penurunan menjadi USD72,90 juta dari sebelumnya USD75,14 juta serta beban umum dan administrasi turun menjadi USD35,85 juta dari sebelumnya USD44 juta.

PGN pada periode yang sama mencatatkan liabilitas sebesar USD4,50 miliar dan ekuitas USD3,02 miliar. Adapun total aset perseroan menurun menjadi USD7,52 miliar dibanding tahun 2020 sebesar USD7,53 miliar.
(fai)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top