Perdana Sejak 1990, China Tanpa Target Ekonomi Tahun Ini

Jum'at, 22 Mei 2020 - 15:11 WIB
loading...
Perdana Sejak 1990,...
China tidak memasang target pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini, berkaitan dengan kejatuhan yang dialami akibat dampak dari pandemi virus corona atau Covid-19. Hal ini menjadi pertama kalinya bagi Beijing tidak memiliki target untuk produk domestik bruto
A A A
BEIJING - China tidak memasang target pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini, berkaitan dengan kejatuhan yang dialami akibat dampak dari pandemi virus corona atau Covid-19. Hal ini menjadi pertama kalinya bagi Beijing tidak memiliki target untuk produk domestik bruto (PDB) sejak pemerintah mulai menerbitkan tujuan-tujuan tersebut pada tahun 1990.

Seperti dilansir BBC, Jumat (22/5/2020) pengumuman ini disampaikan oleh Perdana Menteri China Li Keqiang di depan parlemen itu menandai pertama kalinya China tidak menetapkan target. Seperti diketahui ekonomi terbesar di dunia itu telah menyusut sebesar 6,8% pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan periode sama tahun sebelumnya dampak dari lumpuhnya sektor bisnis karena lockdowns.

"Hal ini karena negara kita akan menghadapi beberapa faktor yang sulit untuk memprediksi dalam perkembangannya karena ketidakpastian besar mengenai pandemi Covid-19 dan dunia ekonomi serta perdagangan," kata Premier Li.

Sementara itu para pembuat kebijakan telah berjanji untuk meningkatkan dukungan terhadap ekonomi di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa pengangguran bakal bertambah yang akhirnya bisa mengancam stabilitas sosial. Langkah ini seiring dengan ketegangan antara Beijing dan Washington yang semakin memanas terkait dengan pandemi, perdagangan, dan Hong Kong.

Pada hari Kamis, Presiden Donald Trump meningkatkan serangannya ke China, dengan menerangkan bahwa pemimpin negara itu, Xi Jinping, berada di balik "serangan disinformasi dan propaganda di Amerika Serikat dan Eropa." Komentar ini mencuat saat Trump dan Republik lainnya telah makin gencar melayangkan kritik terhadap Beijing soal penanganan tahap awal saat wabah terjadi.

Di sisi lain Beijing juga sedang merencanakan undang-undang keamanan untuk Hong Kong. Li mengatakan akan menyediakan sistem hukum dan mekanisme penegakan hukum yang "sehat". Tetapi menurut para kritikus UU itu dapat mengekang otonomi Hong Kong.

Pengumuman ini disambut dengan peringatan dari Trump bahwa AS akan bereaksi "sangat kuat" terhadap setiap usaha untuk mendapatkan lebih banyak kontrol atas bekas koloni Inggris tersebut. Secara terpisah, dua Senator AS telah mengusulkan legislasi untuk menghukum entitas China yang terlibat dalam menegakkan hukum baru yang direncanakan dan memberikan sankai bank yang melakukan bisnis dengan mereka.

Awal pekan ini, Senat AS dengan suara bulat mengeluarkan proposal soal daftar perusahaan China dari Bursa Saham Amerika yang gagal untuk mematuhi standar pelaporan keuangan AS.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Mengangkangi Tarif...
China Mengangkangi Tarif Trump, Surplus Perdagangan Cetak Rekor Rp19.886 Triliun
Dorong Konsumsi Domestik,...
Dorong Konsumsi Domestik, China Pangkas Tarif Impor 935 Produk Mulai 2026
Ekspor China Bangkit,...
Ekspor China Bangkit, Surplus Perdagangan Melesat Tembus Rp16.693 Triliun
Ekonomi China Diprediksi...
Ekonomi China Diprediksi Lampaui Rp399.000 Triliun dalam 5 Tahun ke Depan
Lampaui Target, Ekonomi...
Lampaui Target, Ekonomi China Melesat Tumbuh 5,2% di Kuartal II-2025
Bangun Ekonomi Konsumen...
Bangun Ekonomi Konsumen Skala Besar, China Buka Pasar Bagi Perusahaan Semua Negara
Ekonomi China Melambat,...
Ekonomi China Melambat, Generasi Muda Hadapi Pengangguran dan Tekanan Hidup
Ekspor Kuat, Konsumsi...
Ekspor Kuat, Konsumsi Lemah: Dilema Baru Ekonomi China
Protes Pedesaan China...
Protes Pedesaan China Melonjak Tajam di Tengah Tekanan Ekonomi
Rekomendasi
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Kapolri Diminta Segera...
Kapolri Diminta Segera Lantik Kapolda Jabar, Kalbar, dan Sumbar
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved