Mulai Pulih, Ekonomi Tahun Ini Diramal Tumbuh 3,5-4% Saja

Kamis, 13 Mei 2021 - 12:00 WIB
loading...
Mulai Pulih, Ekonomi...
Pertumbuhan ekonomi tahun ini diyakini berkisar antara 3,5% hingga 4%. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Tren pemulihan ekonomi Indonesia sudah mulai terindikasi dari perbaikan kondisi ekonomi secara keseluruhan baik dari sisi permintaan dan produksi. Faktor yang berperan penting antara lain program vaksinasi, dampak positif dari stimulus kebijakan pemerintah yang mendorong optimisme konsumen dan keyakinan investor yang mendukung momentum pemulihan ekonomi.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan, ekonomi akan mulai mencatatkan pertumbuhan yang positif pada kuartal II/2021. Pertimbangannya adalah low base effect pada kuartal II/2020 dan dampak positif dari program vaksinasi, serta relaksasi kebijakan perekonomian yang telah diimplementasikan sejak akhir kuartal I/2021 lalu.

Baca Juga: Resmi, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2021 Minus 0,74%

"Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 diperkirakan akan berkisar 3,5% hingga 4%," kata Josua, belum lama ini.

Menurutnya, konsumsi rumah tangga yang masih menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia dari sisi pengeluaran diperkirakan akan mencatatkan pertumbuhan yang positif, terindikasi dari beberapa leading indicator seperti indeks keyakinan konsumen, penjualan eceran dan tren peningkatan uang beredar secara bulanan yang secara umum menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi menunjukkan tren yang terus membaik pada kuartal I/2021.

Sementara itu, pada bulan April-Mei 2021 ini, uang beredar diperkirakan akan cenderung meningkat didorong oleh aktivitas ekonomi di bulan Ramadhan dan Idul Fitri bersamaan dengan momentum pemberian THR pekerja/buruh, pemberian gaji ke-14 untuk ASN

"Percepatan program perlindungan sosial dan kartu sembako, serta berbagai stimulus ekonomi untuk mendongkrak konsumsi masyarakat diperkirakan akan menjaga momentum pemulihan ekonomi pada kuartal II/2021 meskipun pemerintah disisi yang lain mengeluarkan kebijakan pelarangan mudik," bebernya.

Meskipun kondisi juga akan dipengaruhi oleh pelarangan mudik, pemerintah juga menyiapkan beberapa program seperti kampanye Berbagi Kiriman untuk Keluarga di Rumah, program Harbolnas Ramadhan dan Program Penyaluran Bantuan Sosial.

Selain itu, investasi pada kuartal II tahun ini pun juga diperkirakan akan berkontribusi positif pada perekonomian sejalan dengan beberapa leading indicator seperti PMI manufaktur, impor barang modal serta konsumsi semen yang diperkirakan meningkat pada kuartal II tahun 2021 ini.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Masih Kalah dengan Vietnam, Vaksinasi Perlu Digenjot Lagi

"Sejalan dengan peningkatan belanja konsumen serta prospek investasi yang meningkat, juga mengindikasikan bahwa pada sisi produksi kinerja dari sebagian besar sektor ekonomi terutama sektor manufaktur dan perdagangan yang berkontribusi paling besar terhadap perekonomian," imbuhnya.

Dengan peningkatan permintaan yang mendorong peningkatan produktivitas mengindikasikan penggunaan tenaga kerja sebagai faktor input dalam proses produksi juga mengalami peningkatan dan mendorong penurunan tingkat pengangguran.

"Kedepannya, secara khusus pada semester II/2021, dampak berlanjutnya program vaksinasi terutama bagi penerima masyarakat luas diharapkan akan dapat mendorong peningkatan aktivitas ekonomi dari sisi permintaan dan produksi," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Rekomendasi
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Salurkan Makanan Bergizi, Warga Duri Kepa Mengaku Sangat Terbantu
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved