Menanti Izin Kembali Aktif Berbisnis, Pengusaha Siap Tancap Gas

Senin, 25 Mei 2020 - 20:12 WIB
loading...
Menanti Izin Kembali...
Para pengusaha sangat menantikan kapan aktivitas bisnis bisa aktif kembali, dan menekankan apabila besokpun jika pemerintah sudah memberikan izin, pengusaha sudah siap tancap gas. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, bahwa pengusaha sangat menantikan kapan aktivitas bisnis bisa aktif kembali. Seperti diketahui pandemi wabah corona atau Covid-19 telah melumpuhkan sebagian besar sektor bisnis.

"Jangankan bulan Juni, besokpun jika pemerintah sudah memberikan izin, pengusaha sudah siap tancap gas. Karena memang kondisi pelaku usaha saat ini sudah sangat sekarat, istilahnya staminanya sudah loyo akibat Covid-19 yang membatasi ruang gerak manusia. Padahal ruang gerak manusia/masyarakat selaku konsumen adalah modal utama aktivitas bisnis," ucap Sarman di Jakarta.

Ia mengatakan, pelaku usaha sektor pariwisata dan turunannya seperti hotel, restoran, kafe, travel, transportasi dan pusat hiburan, serta jutaan UMKM sudah pasti siap membuka kembali usahanya karena mereka sektor yang terlebih dahulu kena dampak sejak 2,5 bulan lalu.

"Kami pelaku usaha juga berharap agar pemerintah mempersiapkan grand desain strategi, langkah dan program apa yang harus dilakukan pasca Covid-19 ini berlalu dalam rangka percepatan pemulihan perekonomian nasional. Sudah selayaknya ada tim khusus yang memikirkan dan menyusunnya," ungkapnya.

Sarman mengusulkan, kepada pemerintah untuk membentuk Komite Percepatan Pemulihan Perekonomian Nasional (KP3N) yang bertugas segera merumuskan langkah taktis dan strategis dalam berbagai aspek, termasuk stimulus yang dibutuhkan agar pelaku usaha dapat berlari kencang dan semua sektor bangkit sehingga ekonomi bisa pulih kembali dalam waktu tidak terlalu lama.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
Pengusaha Respons Ekspor...
Pengusaha Respons Ekspor Sawit-Batu Bara lewat PT DSI: Minta Bertahap dan Kepastian Hukum
Kadin Ungkap Nilai Dagang...
Kadin Ungkap Nilai Dagang Indonesia-Prancis Tembus USD1 Miliar di Kuartal I-2026
Rupiah Berantakan Sentuh...
Rupiah Berantakan Sentuh Rp17.500, Pengusaha Cemaskan Kelangsungan Bisnis
Polres Jakpus Ungkap...
Polres Jakpus Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Rekomendasi
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Nokia Lawas Legendaris...
Nokia Lawas Legendaris 6300 dan 8000 Siap Beraksi Kembali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved