Libas Thailand, RI Berpeluang Jadi Hub Industri Kendaraan Listrik di ASEAN
Kamis, 20 Mei 2021 - 23:49 WIB
loading...
A
A
A
Agus menyebut tantangan pengembangan kendaraan listrik selain baterai adalah harga yang belum mampu bersaing. Di sisi lain, kendaraan listrik juga akan mempengaruhi nilai pasok otomotif. Baterai akan menjadi komponen paling berharga dalam kendaraan berbasis listrik.
Baca juga: RI Butuh 758.693 Ton Baterai untuk Mobil dan Motor Listrik
Pemain otomotif terkemuka kemungkinan besar bisa kehilangan daya saingnya karena transformasi rantai pasok kendaraan listrik ini. "Banyak industri yang hilang tergantikan komponen baru. Jadi, ini perubahan yang cukup signifikan. Apalagi harga, sehingga ini yang sebenarnya harus dipecahkan agar mereka bisa mendekati dan bisa bersaing secara apple to apple," tandasnya.
Baca juga: RI Butuh 758.693 Ton Baterai untuk Mobil dan Motor Listrik
Pemain otomotif terkemuka kemungkinan besar bisa kehilangan daya saingnya karena transformasi rantai pasok kendaraan listrik ini. "Banyak industri yang hilang tergantikan komponen baru. Jadi, ini perubahan yang cukup signifikan. Apalagi harga, sehingga ini yang sebenarnya harus dipecahkan agar mereka bisa mendekati dan bisa bersaing secara apple to apple," tandasnya.
(ind)
Lihat Juga :