KBI Catat Resi Gudang Beras Perdana dari Purwakarta Senilai Rp9 Miliar
Selasa, 25 Mei 2021 - 12:28 WIB
loading...
A
A
A
Kabupaten Purwakarta sendiri selama 2019 dan 2020 mengalami surplus Beras, karena hasil produksi yang melebihi kebutuhan di wilayah tersebut. Hal ini dikarenakan dengan jumlah penduduk Kabupaten Purwakarta yang mencapai 950.066 jiwa, kebutuhan beras hanya mencapai 109.257 ton per tahun, dengan asumsi 115 kg per kapita pertahunnya. Saat ini dengan luas lahan baku sekitar 18.075 hektar, petani di Kabupaten Purwakarta dapat melakukan penanaman padi tiga kali per tahun, dan Gabah Kering Giling yang dihasilkan mencapai 210.800 ton dengan hasil 137.020 ton beras per tahun.
Terkait pemanfaatan Resi Gudang untuk komoditas beras, data PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) menunjukkan dari awal tahun 2021 hingga saat ini, telah diregistrasikan sebanyak 16 Resi Gudang, dengan jumlah 1.136.000 Kg, dan nilai pembiayaan sebesar Rp5.294.500.000. Sedangkan sepanjang tahun 2020, Resi Gudang Beras yang diregistrasikan di PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) sebanyak 39 Resi Gudang dengan jumlah 2.460.300 Kg, dan nilai pembiayaan sebesar Rp 22.967.550.000.
Baca Juga: Waspada! Sri Mulyani Ungkap Berbagai Ancaman Ekonomi Dunia
Fajar menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para petani dan pemilik komoditas untuk memanfaatkan sistem resi gudang. Pasalnya, dengan memanfaatkan instrumen ini, petani dan pemilik komoditas dapat menjaga stabilitas harga, dan pada akhirnya akan mampu meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi para petani dan pemilik komoditas.
"Selain itu, kami sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang juga terus mengembangkan sistem aplikasi registrasi yang memberikan kemudahan bagi para petani dan pemilik komoditas. Upaya mendorong pemanfaatan ini tentunya juga sejalan dengan posisi kami sebagai BUMN yang memiliki peran menjadi akselator ekonomi masyarakat," tutupnya.
Terkait pemanfaatan Resi Gudang untuk komoditas beras, data PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) menunjukkan dari awal tahun 2021 hingga saat ini, telah diregistrasikan sebanyak 16 Resi Gudang, dengan jumlah 1.136.000 Kg, dan nilai pembiayaan sebesar Rp5.294.500.000. Sedangkan sepanjang tahun 2020, Resi Gudang Beras yang diregistrasikan di PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) sebanyak 39 Resi Gudang dengan jumlah 2.460.300 Kg, dan nilai pembiayaan sebesar Rp 22.967.550.000.
Baca Juga: Waspada! Sri Mulyani Ungkap Berbagai Ancaman Ekonomi Dunia
Fajar menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para petani dan pemilik komoditas untuk memanfaatkan sistem resi gudang. Pasalnya, dengan memanfaatkan instrumen ini, petani dan pemilik komoditas dapat menjaga stabilitas harga, dan pada akhirnya akan mampu meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi para petani dan pemilik komoditas.
"Selain itu, kami sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang juga terus mengembangkan sistem aplikasi registrasi yang memberikan kemudahan bagi para petani dan pemilik komoditas. Upaya mendorong pemanfaatan ini tentunya juga sejalan dengan posisi kami sebagai BUMN yang memiliki peran menjadi akselator ekonomi masyarakat," tutupnya.
(nng)
Lihat Juga :