Mengintip Usulan Kuota BBM Bersubsidi dan LPG 3 Kg di Tahun 2022

Rabu, 02 Juni 2021 - 19:14 WIB
loading...
Mengintip Usulan Kuota...
Berikut rincian volume BBM subsidi yang diajukan pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2022. Serta kuota volume LPG 3 kg. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kuota BBM subsidi yang diajukan pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2022 yakni sebesar 14,8-15,58 juta kiloliter (kl). Angka tersebut lebih rendah dari target APBN tahun 2021 yang sebesar 16,30 juta kl.

Adapun asumsi volume BBM subsidi 2022 itu terdiri dari minyak tanah 0,46-0,48 juta kl dan solar 14,34-15,10 juta kl.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, turunnya asumsi volume BBM bersubsidi pada tahun 2022 telah mempertimbangkan realisasi dan outlook tahun 2021. Volume BBM bersubsidi pada tahun 2021 sebesar 16,3 juta kl yang terdiri dari 500.000 kl dan solar 15,8 juta kl.

"Realisasi volume penjualan BBM bersubsidi sampai dengan bulan Mei tahun 2021 sebesar 5,61 juta kl, terdiri dari minyak tanah sebesar 0,19 juta kl dan minyak solar sebesar 5,42 juta kl," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Rabu (2/6/2021).

Baca Juga: Banyak Salah Sasaran, DPR Minta Perbaiki Data Penerima Subsidi LPG 3 Kg

Sementara outlook volume BBM bersubsidi tahun 2021 sebesar 14,79 juta kl terdiri dari minyak tanah sebesar 0,46 juta KL dan minyak solar sebesar 14,33 juta KL.

"Dengan mempertimbangkan realisasi dan outlook tahun 2021, maka volume BBM bersubsidi diusulkan dalam RAPBN tahun 2022 sebesar 14,8 sampai 15,8 juta kl," tuturnya.

Untuk kuota volume LPG 3 kg dalam RAPBN tahun 2022 diusulkan sebesar 7,4-7,5 juta metrik ton (MT), hampir sama dengan target dalam APBN 2021 yang sebesar 7,5 juta MT. Adapun realisasi sampai dengan Mei 2021 sebesar 2,96 juta MT, sehingga outlook sampai akhir tahun 2021 diperkirakan sebesar 7,15 juta MT.

"Dengan mempertimbangkan realisasi dan outlook tahun 2021 maka pemerintah mengusulkan volume LPG 3 kg dalam RAPBN tahun anggaran 2022 sebesar 7,4 sampai 7,5 juta MT," jelas Arifin.

Baca Juga: Siap-siap Wahai Penikmat BBM Premium, Kuota di Jawa-Madura-Bali Akan Dikurangi

Arifin menambahkan, untuk subsidi tetap minyak solar dalam RAPBN 2022 diusulkan adanya subsidi tetap minyak solar sebesar Rp500 per liter atau sama dengan besaran tahun 2021.

"Dalam rangka efisiensi dan agar subsidi minyak solar dapat tepat sasaran diperlukan dukungan peningkatan peran dari pihak-pihak terkait maupun pemerintah daerah dalam pengendalian dan pengawasan konsumsi BBM yang bersubsidi melalui program, antara lain digitalisasi dan pengawasan di lapangan," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5,8 Juta Tabung LPG...
5,8 Juta Tabung LPG 3 Kg Perkuat Pasokan selama Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih
Pangkas Beban Fiskal,...
Pangkas Beban Fiskal, Konversi LPG ke CNG Digadang-gadang Bisa Hemat Rp137 Triliun
Bahlil Buka Opsi LPG...
Bahlil Buka Opsi LPG 3 Kg Diganti CNG, Masuk Tahap Uji Coba
Stok LPG RI Dijamin...
Stok LPG RI Dijamin Aman usai Dipasok AS dan Australia, Bahlil: Sebentar Lagi Kapalnya Masuk
Indonesia Punya 2 Pabrik...
Indonesia Punya 2 Pabrik LPG Baru, Mampu Produksi 200 Metrik Ton per hari
LPG ke Industri Bakal...
LPG ke Industri Bakal Dibatasi, Kebutuhan Gas Melon Jadi Prioritas
Amankan Pasokan BBM...
Amankan Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Akademisi Beri Dukungan Kepada Menteri Bahlil
Viral! Aksi Slay Menteri...
Viral! Aksi Slay Menteri Bahlil Matikan Lampu Kantor dan Pulang Naik Ioniq 5
Banggar DPR Usul Pembelian...
Banggar DPR Usul Pembelian Gas Elpiji 3 Kg Pakai Sidik Jari atau Retina Mata
Rekomendasi
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
FIFA Minta Timnas Mesir...
FIFA Minta Timnas Mesir Hapus 7 Bintang di Jersey Jelang Lawan Belgia
Brasil vs Maroko: Misi...
Brasil vs Maroko: Misi Selecao Akhiri Dahaga Gelar Dimulai
Berita Terkini
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved