Kolaborasi GoTo Tambah Rp35 Triliun ke Dalam Ekonomi Indonesia
Kamis, 03 Juni 2021 - 20:21 WIB
loading...
A
A
A
Dengan begitu, Prani meyakini dampak positif terhadap PDB bisa lebih besar. Terlebih Gojek sudah hadir di 200 distrik atau kabupaten dan Tokopedia juga kurang lebih digunakan di lebih dari 200 distrik. ”Kalau misalnya kolaborasi ini menurunkan barrier to entry dari Gojek ke distrik-distrik yang Tokopedia-nya sudah ada itu kan artinya mungkin ada demand (permintaan) untuk logistik di daerah-daerah tersebut. Itu juga akan menumbuhkan ekonomi,” ulasnya.
Baca Juga: Merger GoTo, Gojek dan Tokopedia Harus Perhatikan Keamanan Data Pengguna
Ekonom Agustinus Prasetyantoko melihat tidak ada contoh kasus sejenis kolaborasi GoTo di negara lain. Maka apa yang dilakukan Gojek dan Tokopedia diyakini akan menjadi acuan bagi pelaku digital global.
”Kalau diperhatikan ini lah salah satu kontribusi yang kita sumbangkan. Justru ini akan direplikasi di tempat lain sebab saya tidak melihat di tempat lain. Dengan bergabungnya Gojek dan Tokopedia ini kan cross selling dan cross market. Jadi akan cukup luas cakupannya,” paparnya.
Dia juga berharap dengan hadirnya kekuatan GoTo akan mulai mengikis banjirnya produk asing di Indonesia. ”Dengan digital market yang terbuka ini kita tidak dibanjiri produk asing. Tapi dengan adanya GoTo justru menyupply market ke tingkat regional,” imbuhnya.
Baca Juga: Merger GoTo, Gojek dan Tokopedia Harus Perhatikan Keamanan Data Pengguna
Ekonom Agustinus Prasetyantoko melihat tidak ada contoh kasus sejenis kolaborasi GoTo di negara lain. Maka apa yang dilakukan Gojek dan Tokopedia diyakini akan menjadi acuan bagi pelaku digital global.
”Kalau diperhatikan ini lah salah satu kontribusi yang kita sumbangkan. Justru ini akan direplikasi di tempat lain sebab saya tidak melihat di tempat lain. Dengan bergabungnya Gojek dan Tokopedia ini kan cross selling dan cross market. Jadi akan cukup luas cakupannya,” paparnya.
Dia juga berharap dengan hadirnya kekuatan GoTo akan mulai mengikis banjirnya produk asing di Indonesia. ”Dengan digital market yang terbuka ini kita tidak dibanjiri produk asing. Tapi dengan adanya GoTo justru menyupply market ke tingkat regional,” imbuhnya.
(akr)
Lihat Juga :