Mengintip Kinerja Bank DKI di Tengah Pandemi Covid-19
Sabtu, 05 Juni 2021 - 17:13 WIB
loading...
A
A
A
"Pertumbuhan DPK dibarengi dengan membaiknya rasio dana murah (CASA Ratio) dari sebelumnya 43,54% menjadi 47,56%,” jelas Herry.
Secara bertahap, Bank DKI juga terus melakukan perbaikan kualitas kredit yang terjaga dengan baik karena pada kuartal I-2021, rasio NPL gross masih terjaga sebesar 3,19%, meningkat 0,10% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan rasio NPL gross tersebut masih berada di bawah peningkatan rasio NPL industri perbankan sebesar 0,40% dari semula sebesar 2,77% di kuartal I-2020 menjadi sebesar 3,17% di kuartal I 2021.
Baca juga:Mendadak Diajak AHY Makan Siang, Netizen Ini Terkejut dan Deg-degan
Rasio NPL Net Bank DKI pada kuartal 1-2021 tercatat sebesar 0,62% dan berada di bawah rata-rata NPL net industri perbankan sebesar 1,02%. Hal ini menunjukkan bahwa Bank DKI telah mengantisipasi potensi risiko dengan melakukan pencadangan meskipun terdapat program restrukturisasi.
“Risiko kredit memang menjadi tantangan tersendiri bagi perbankan mengingat kita masih diliputi dengan kondisi pandemi Covid-19. Kita sangat bersyukur OJK melakukan perpanjangan ketentuan relaksasi hingga tahun 2022. Hal tersebut tentunya memberikan keleluasaan bagi industri perbankan dalam mengelola risiko kredit dengan lebih baik. Bank DKI juga telah melakukan sejumlah upaya perbaikan rasio kredit bermasalah melalui penagihan kredit secara intensif, pengambilalihan agunan, lelang agunan kredit, restrukturisasi kredit melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dan hapus buku”, tutup Herry.
Secara bertahap, Bank DKI juga terus melakukan perbaikan kualitas kredit yang terjaga dengan baik karena pada kuartal I-2021, rasio NPL gross masih terjaga sebesar 3,19%, meningkat 0,10% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan rasio NPL gross tersebut masih berada di bawah peningkatan rasio NPL industri perbankan sebesar 0,40% dari semula sebesar 2,77% di kuartal I-2020 menjadi sebesar 3,17% di kuartal I 2021.
Baca juga:Mendadak Diajak AHY Makan Siang, Netizen Ini Terkejut dan Deg-degan
Rasio NPL Net Bank DKI pada kuartal 1-2021 tercatat sebesar 0,62% dan berada di bawah rata-rata NPL net industri perbankan sebesar 1,02%. Hal ini menunjukkan bahwa Bank DKI telah mengantisipasi potensi risiko dengan melakukan pencadangan meskipun terdapat program restrukturisasi.
“Risiko kredit memang menjadi tantangan tersendiri bagi perbankan mengingat kita masih diliputi dengan kondisi pandemi Covid-19. Kita sangat bersyukur OJK melakukan perpanjangan ketentuan relaksasi hingga tahun 2022. Hal tersebut tentunya memberikan keleluasaan bagi industri perbankan dalam mengelola risiko kredit dengan lebih baik. Bank DKI juga telah melakukan sejumlah upaya perbaikan rasio kredit bermasalah melalui penagihan kredit secara intensif, pengambilalihan agunan, lelang agunan kredit, restrukturisasi kredit melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dan hapus buku”, tutup Herry.
(uka)
Lihat Juga :