Tanpa 3 Hal Ini, Merger Gojek-Tokopedia Tak Bisa Perbaiki Nasib Driver
Senin, 07 Juni 2021 - 21:31 WIB
loading...
Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Merger Gojek-Tokopedia menjadi GoTo dinilai tidak memberi perubahan signifikan kepada pengemudi atau driver. Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO), Taha Syafaril A. mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam kolaborasi GoTo.
Menurut dia, aksi kolaborasi dua usaha tersebut tidak memberi keuntungan bagi para driver Gojek. Hal itu disebabkan karena tidak ada variabel yang berubah di dalam manajemen Gojek.
“Menurut kami, merger ini tidak ada faedah apa-apa buat kita sebagai driver online, atau mitra karena tidak ada variabel yang berubah di dalamnya,” ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Senin (7/6/2021).
Baca juga: Waswas dengan Aksi Mogok Mitra Gosend, Gojek Beri Penjelasan
ADO pun menilai merger GoTo adalah hal yang biasa saja. Hal tersebut disebabkan tidak adanya perubahan dalam pengiriman barang dari customer Tokopedia. Sebelumnya para driver harus mengirimkan barang pesanan ke sejumlah titik dengan bermacam barang dalam waktu yang berbeda dengan tarif yang kurang sesuai. ADO menegaskan bahwa hal tersebut memakan waktu.
“Bagi ADO merger ini hal biasa saja, tidak ada variabel dalam transaksi transportasi online yang diubah, jadi efeknya bagi driver online tidak akan ada bedanya, tetap akan memakan waktu juga kan kalau terima order pengiriman barang,” tegasnya.
Ariel menambahkan bahwa terdapat 3 hal pokok yang menjadi fokus pikiran. Diantaranya evaluasi tarif dan quota, evaluasi kerjasama kemitraan, dan dibuatnya badan pengawas independen transportasi daring di Indonesia.
Menurut dia, aksi kolaborasi dua usaha tersebut tidak memberi keuntungan bagi para driver Gojek. Hal itu disebabkan karena tidak ada variabel yang berubah di dalam manajemen Gojek.
“Menurut kami, merger ini tidak ada faedah apa-apa buat kita sebagai driver online, atau mitra karena tidak ada variabel yang berubah di dalamnya,” ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Senin (7/6/2021).
Baca juga: Waswas dengan Aksi Mogok Mitra Gosend, Gojek Beri Penjelasan
ADO pun menilai merger GoTo adalah hal yang biasa saja. Hal tersebut disebabkan tidak adanya perubahan dalam pengiriman barang dari customer Tokopedia. Sebelumnya para driver harus mengirimkan barang pesanan ke sejumlah titik dengan bermacam barang dalam waktu yang berbeda dengan tarif yang kurang sesuai. ADO menegaskan bahwa hal tersebut memakan waktu.
“Bagi ADO merger ini hal biasa saja, tidak ada variabel dalam transaksi transportasi online yang diubah, jadi efeknya bagi driver online tidak akan ada bedanya, tetap akan memakan waktu juga kan kalau terima order pengiriman barang,” tegasnya.
Ariel menambahkan bahwa terdapat 3 hal pokok yang menjadi fokus pikiran. Diantaranya evaluasi tarif dan quota, evaluasi kerjasama kemitraan, dan dibuatnya badan pengawas independen transportasi daring di Indonesia.
Lihat Juga :