Sah! Pemerintah Alihkan Saham Indosat ke PPA Rp2,2 Triliun

Kamis, 17 Juni 2021 - 10:33 WIB
loading...
Sah! Pemerintah Alihkan...
Ilustrasi. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA resmi menjadi pemilik saham PT Indosat Tbk (ISAT) . Adapun kepemilikan saham tersebut merupakan pengalihan dari pemerintah Indonesia yang memiliki saham di emiten operator telekomunikasi tersebut.

Dilihat dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pemerintah mengalihkan saham seri B sebanyak 776.624.999 lembar saham kepada PPA. Adapun harga pelaksanaan dilakukan di angka Rp2.875 per lembar saham senilai Rp 2,23 triliun.. Tanggal transaksi dilakukan pada 8 Juni 2021 dengan dilakukan pemberitahuan kepada Kementerian Hukum dann Hak Asasi Manusia. Dengan begitu, saat ini PPA telah resmi memiliki 14,29 persen saham Indosat dengan status kepemilikan saham langsung.

Baca Juga: Pembebasan Lahan Tol Cisumdawu Alot, Luhut Kirim 'Tentara' Khusus

Adapun transaksi tersebut berdasarkan PP nomor 51 tahun 2021 tentang penambahan penyertaan modal negara ke dalam modal saham perusahaan perseroan (Persero) kepada PT Perusahaan Pengelola Aset. Selain itu transaksi ini juga berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) RI nomor 135/KMK.06/2021 tentang penetapan nilai penambahan penyertaan modal negara ke dalam modal saham perusahaan perseroan PT Perusahaan Pengelola Aset tanggal 1 April 2021.

Baca Juga: Ngopi Bareng Menteri Arab Saudi, Luhut Bawa Kabar Apa?

Berikut komposisi pemegang saham Indosat terbaru:
- Ooredoo Asia Pte Ltd 3,53 miliar saham atau 65 persen
- PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA 776,52 juta saham atau 14,29 persen
- Masyarakat 1,12 miliar saham atau 20,71 persen
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
Sah! Berikut Jajaran...
Sah! Berikut Jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia Periode 2026-2030
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Indosat Hadirkan Layanan...
Indosat Hadirkan Layanan dan Paket Roaming untuk Jemaah Haji di Wilayah JAYA
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Indosat Gandeng Google...
Indosat Gandeng Google Hadirkan Akses Gemini AI untuk Pelanggan IM3 dan Tri
Rekomendasi
Padukan Sport Science...
Padukan Sport Science dan Karakter, Alumni S2 IKESOR FK Unair Tembus Sepak Bola Internasional
Kortas Tipikor Tetapkan...
Kortas Tipikor Tetapkan Eks Dirut PTPN XI Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pabrik Gula Assembagoes
Tips Redakan Nyeri Kepala...
Tips Redakan Nyeri Kepala Nyut-nyutan dari Dokter, Sederhana Pakai Bola Tenis
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved